DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 09 Oktober 2018 / 11:17 WIB

Dewan Harap Pemkab Segera Atasi Masalah Kekeringan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Slamet SPd MM berharap Pemerintah Kabupaten (Pengkab) Gunungkidul segera mengatasi masalah kekeringan yang berlangsung puluhan tahun secara spektakuler. Selama ini langkah yang ditempuh cenderung tambal sulam, dalam hal ini hanya mengatasi sesaat.

“Kiranya perlu segera menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk melakukan kajian kemungkinan membendung Sungai Oya untuk menyuplai kebutuhan air bersih dan irigasi di Gunungkidul,” kata Anggota Komisi A Daerah Pemilihan (Dapil) Gunungkidul Slamet SPd MM.

Slamet mengapresiasi langkah-langkah yang selama ini dilakukan, antara lain dikembangkan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (Spamdes) di banyak desa. Tetapi sistem ini belum mampu menjawab seluruh persoalan kekeringan secara menyeluruh di Gunungkidul.

Bahkan, dalam musim kemarau panjang Spamdes akan menghadapi masalah dalam penyediaan air, karena debit air yang digunakan mengalami penurunan, hingga layanan kepada masyarakat akan terganggu. Spamdes ini sulosi sementara, manakala debit air tidak mengalami penurunan. “Jika kemarau panjang jangkauan layanan akan terganggu,” tambahnya.

Spamdes untuk di beberapa blok mampu terlayani, tetapi tidak menyeluruh. Sebagaimana juga dilakukan Slamet SPd MM, saat ini memfasilitasi pengangkatan air pada sumber air di Goa Corot, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari.

Mata air yang terletak pada kedalaman 40 mater dari mulut goa ini mulai diangkat, sebagai uji coba untuk pengembangan ke depan. Saat ini baru dipasang toren kapasitasnya 1.500 liter.

Kalau dalam uji coba debit airnya memadai akan dipasang toren berkapasitas 5.000 liter. Kendati sistem ini dapat membantu, tetapi belum menuntaskan kekeringan di Gunungkidul.

Jika dalam kajian membendung Kali Oya layak untuk memenuhi kebutuhan air, distribusinya dapat memanfaatkan pipa-pipa air yang sudah ada. Proyek air di Gunungkidul sudah ditangani sejak zaman Orde Baru, sehingga di wilayah kekeringan ini banyak terpasang pipa-pipa air.

Selain membendung Kali Oya, Slamet juga mengusulkan pembuatan embung di sekitar Kecamatan Tanjungsari. Diakui, perlu biaya yang besar, mencapai ratusan miliar. “Proyek jangka panjang bisa ditangani beberapa tahun dengan costshering APBD Kabupaten, Provinsi, APBN dan Sponsor dikerjakan dengan multiyears,” ujarnya. (Ewi)