DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 08 Oktober 2018 / 21:00 WIB

GUNUNGKIDUL BERKEMBANG PESAT

Presiden WCC Tinjau Industri Batik

WONOSARI, KRJOGJA.com - Dalam rangka Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018, Presiden Dewan Kerajinan Dunia atau  World Crafts Council(WCC) Asia Pasific Region Dr Ghada Hijjawi Qaddumi mengunjungi SMKN 2 Gedangsari. Kunjungan ini karena sekolah memiliki kegiatan dalam hal pembuatan batik.  Kegiatan dihadiri GKR Hemas, Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos dan undangan. 

"Pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan di DIY, cukup serius untuk mendukung Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia,” kata GKR Hemas.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Diungkapkan, membatik sudah menjadi bagian hidup beberapa sentra batik di Gunungkidul. Salah satunya di Tegalrejo yang telah melaksanakan aktivitas membatik secara turun-temurun. Beberapa motif khas di Tegalrejo yang menjadi motif khas di Kabupaten Gunungkidul juga telah dipatenkan. "Kamis terus melakukan langkah untuk memenuhi 7 kriteria yang telah ditetapkan sebagai kota batik dunia,” ujarnya.

GKR Hemas menambahkan, rutinitas membatik tidak hanya dilakukan masyarakat, namun juga dilingkungan pendidikan. Seperti di SMKN 2 Gedangsari , yang ikut memajukan komitmen untuk mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Bahkan SMKN 2 Gedangsari juga memiliki jurusan Tata Busana. Pada kegiatan belajar mengajarnya juga dilengkapi dengan materi tentang membatik.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Senin (08/11/2018)  menambahkan, perkembangan batik diGunungkidul kini sudah luar biasa. Bahkan sebanyak 11 kecamatan sudah mengembangkan kerajinan batik. Meningkatkan industri batik tentu akan mendorong peningkatakan kesejahteraan masyarakat. (Ded)