Olahraga Editor : Ivan Aditya Kamis, 04 Oktober 2018 / 15:30 WIB

Stadion Tridadi, Markas Angker Bagi Lawan-lawan PSS

STADION Tridadi pernah membuat ciut nyali tim sepak bola yang bakal berhadapan dengan PSS Sleman di lapangan hijau. Tampat ini cukup angker bagi tim-tim lawan, konon PSS akan sulit ditaklukkan jika sudah bermain di tempat ini. Kini tim kebanggan masyarakat Sleman sudah tak lagi menjadikan Tridadi sebagai home base, namun kebesaran nama stadion ini tak akan terlupakan.

Stadion Tridadi merupakan saksi bisu perjalanan PSS Sleman dari liga amatir hingga professional. Nama-nama legenda PSS seperti Muhammad Iksan, Seto Nurdiantoro, Basuki pernah merasakan atmosfer kekuatan Tridadi berikut dukungan suporter fanatik yang selalu mengelu-elukan nama mereka saat berlaga.

Stadion yang terletak di lingkungan perkantoran Pemkab Sleman ini diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 5 Februari 1995. Saat itu pembangunan Stadion dilakukan era kepemimpinan Bupati Arfin Ilyas.

Menurut Sumadi yang merupakan salah satu pengelola UPT Maguwoharjo, dulu tanah yang dimana Stadion Tridadi ini berdiri merupakan hasil menyewa dari tanah kas desa yang dilakukan oleh pemkab setempat. Seiring perjalanannya Tridadi kemudian dikelola oleh pengcab. “Sejak Oktober 2016 Stadion Tridadi ini dikelola oleh UPT Maguwoharjo,”ungkapnya kepada KRJOGJA.com.

Tridadi memiliki kapasitas sekitar 12.000 penonton. Lambat laun Tridadi tidak mampu memenuhi kebutuhan persepakbolaan di Sleman, ditambah lagi setiap tahunnya ada regulasi PSSI yang cukup ketat bagi tim peserta liga.

Perlahan Tridadi mulai ditinggalkan dan pada tahun 2004 dimulailah pembangunan stadion baru untuk PSS yang kini disebut Stadion Maguwoharjo. Pembangunan Stadion Maguwoharjo selesai dikerjakan pada tahun 2007 dan semenjak itu PSS berpindah markas dari Tridadi ke stadion bertaraf internasional tersebut.

Bomber PSS dekade tahun 2000, Muhammad Iksan mengaku memiliki cerita manis saat berlaga di Tridadi. Pada saat itu kejayaan PSS menggunakan Tridadi dimulai pada tahun kompetesi 1999 - 2000 yang mana pada tahun itu membuat PSS masuk divisi utama.

“Tridadi merupakan bagian sejarah dari kami kala itu. Pada tahun PSS keluar menjadi runner up dan saya menjadi top score,” kenang Muhammad Iksan.

Diungkapkan Muhammad Iksan, PSS akan sulit dikalahkan jika sudah bermain di Tridadi. Kekuatan para pemain dikatakannya menjadi berlipat ganda di Tridadi berkat dukungan para suporter rumput stadion yang telah mereka biasa mereka pijak.

Kini Stadion Tridadi ini lebih banyak digunakan untuk kegiatan Askab dan juga untuk atletik. Sempat terlupakan, stadion yang sekarang juga dikelola oleh UPT Maguwoharjo ini terdapat beberapa perubahan setalah adanya renovasi. Tidak ada lagi rumput ilalang ditribun, dan beberpa tembok tribun pun sudah dicat. (Muhammad Rifqi)