DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 04 Oktober 2018 / 09:41 WIB

Pelayanan Kesehatan Peserta BPJS Berjenjang Dinilai Memberatkan

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Kebijakan pemberlakuan pelayanan kesehatan peserta BPJS berjenjang dinilai sangat memberatkan pasien di Kecamatan Kokap, Temon, Wates dan Pengasih. aat ini, RSUD Wates berstatus Tipe B, sedangkan di Kulonprogo tidak memiliki rumah sakit tipe C.

Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mendesak eksekutif termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan komunikasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan supaya memberikan dispensasi atas pelayanan kesehatan pasien berjenjang. Menurutnya harus ada upaya komunikasi dengan BPJS Kesehatan supaya memberikan dispensasi kepada pasien BPJS Kesehatan di Kulonprogo.

Baca juga :

Disdikpora Kulonprogo Pertanyakan Nasib SDN Karangwuni

Nguri-uri Budaya Sambil Berdakwah, Anggota DPD RI 'Ngethoprak' di Kulonprogo

Ponimin mengungkapkan, pasien BPJS Kesehatan dari Kecamatan Kokap, Temon, Wates dan Pengasih yang perlu rujukan dari puskesmas harus dirujuk ke RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo atau rumah sakit di Bantul dan PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. “Pemberlakuan pelayanan kesehatan pasien BPJS Kesehatan jangan disamaratakan setiap daerah karena fasilitas kesehatan setiap daerah berbedabeda,” ujarnya.

Lebih lanjut Ponimin menjelaskan, saat ini pasien RSUD Wates turun drastis, khususnya pasien poli pelayanan penyakit khusus. Sampai sekarang di Kulonprogo belum ada rumah sakit yang memiliki peralatan canggih penyakit jatung, seperti di RSUD Wates.

Padahal di wilayah ini banyak pasien jatung tapi tidak bisa berobat ke RSUD Wates karena terbentur aturan. “Kami mendesak pemkab, Dinkes dan RSUD Wates segera melakukan komunikasi dengan BPJS Kesehatan guna mengatasi permasalahan tersebut,” tutur Ponimin.

Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra Ika Damayanti Fatma Negara mengungkapkan, setiap tahun RSUD Wates digelontor anggaran puluhan miliar rupiah dari APBD, tapi setelah diberlakukan BPJS kesehatan, masyarakat tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan. “Untuk apa RSUD Wates berstatus Tipe B kalau masyarakat tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan karena terbentur aturan pelayanan BPJS Kesehatan secara berjenjang,” tegasnya.

Ditambahkan, RSUD Wates memiliki fasilitas lengkap tapi sejak diberlakukan pelayanan BPJS Kesehatan berjenjang tidak ada pasien yang berobat, kecuali pasien menggunakan fasilitas umum. (Rul)