Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 27 September 2018 / 23:13 WIB

Berbahasa Inggris, Kapolri Paparkan Penanggulangan Terorisme saat Asian Games

BEKASI, KRJOGJA.com - Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), menyelenggarakan seminar internasional yang bertemakan 'Counter-Terrorism: Contemporary Strategis and Future Architecture' di ruang auditorium Kampus II, Jalan Raya Perjuangan, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Seminar yang membahas seputar terorisme dan penanggulangannya itu, turut menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing, dengan pembicara kunci Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Tito, dalam dialognya dengan berbahasa Inggris menyampaikan beberapa hal terkait penanggulangan terorisme, salah satunya keamananan saat penyelenggaraan Asian Games 2018.

"We were being out, not only the opening ceremony, the organizing of the games, but also the result. Because Indonesia the first ever becoming the four big power income so far, sport in Asia. (Kita keluar bukan hanya pada upacara pembukaan atau penyusunan struktur even, tapi juga untuk hasilnya. Karena ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi empat kekuatan teratas dalam perolehan medali, sejauh ini untuk even olahraga di Asia)," kata Tito di hadapan peserta seminar di Bekasi, Kamis (27/9/2018).

Ia mengaku, di luar keberhasilan Indonesia dalam perolehan emas, bukanah perkara mudah baginya untuk memberikan pengamanan dalam sebuah even bertaraf internasional. Terlebih Asian Games berlangsung di tiga lokasi berbeda, Jakarta, Palembang dan stadion Bekasi.

"But beyond those outcomes, as a chief of place in charge of security, is not easy i claim, you know to secure such a big base, in places which are a quite difficult to be secure. But thank God, we have done itu, again. (Diluar hasil yang diperoleh, sebagai kepala di lokasi yang bertanggungjawab atas keamanan, saya akui tidak mudah untuk mengamankan sebuah massa yang begitu besar, di beberapa lokasi yang cukup sulit untuk diamankan. Tapi syukur kepada Tuhan, kita berhasil melakukannya, lagi)," akunya. (*)