DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 25 September 2018 / 16:40 WIB

Cegah Narkoba Masuk ke Anggota, Ratusan Polisi Cek Urine

BANTUL, KRJOGJA.com - Ratusan anggota Polres Bantul mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan Tim Dokpol RS Bhayangkara Polda DIY, Selasa (25/9/2018). Pemeriksaan mendadak ini dilakukan untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan Narkoba dilingkungan Polri sejak dini. Pengecekan urine menyasar anggota dari berbagai satuan fungsi dan polsek.

Kasubbid Yanmed Dokpol RS Bhayangkara Polda DIY, dr Dewi Sri Budiarti Setyaningsih, MARS  mengatakan, anggota yang melakukan pemeriksaan, sebelum diperiksa anggota  memasukkan urine kedalam botol dengan pengawasan ketat dari Provost Polres Bantul. Sampel urine langsung diperiksa di tempat, sehingga  hasilnya langsung bisa diketahui. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Alat pendeteksi rapitest ini bisa mengidentifikasi enam parameter zat yang terkandung dalam sampel urine, yakni Amphetamine (narkoba jenis ekstasi , ineks, eve , speed), THC (narkoba jenis ganja atau cannabis), Morphine (narkoba jenis putauw , candu), Methamphetamine (sabu-sabu), Benzo dan Cocain,” ujar Dewi.

Dijelaskan, bagi anggota negatif mengkonsumsi narkoba, pada alat pendeteksi Rapitest bakal menunjukkan dua garis, sebaliknya  bagi yang positif terdapat satu garis pada salah satu parameter rapitest. 

Sementara Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH didampingi Waka Polres Bantul, Kompol Ahmad Nanang Wibowo SIK MH menegaskan, tes urine terhadap anggota tersebut merupakan upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh anggota. 

“Polisi sebagai aparat penegak hukum sebelum turun memberantas Narkoba, di internal Polri harus bersih terlebih dahulu,” ujarnya.  

Sahat mengatakan, jika dalam pemeriksaan ada anggota positif narkoba, akan dilakukan tindakan sesuai peraturan yang berlaku.  “Jika ada anggota yang positif, kami akan tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,”  jelas Sahat. (Roy)