Gaya Hidup Agregasi    Sabtu, 22 September 2018 / 07:41 WIB

Penasaran Diet Puasa Intermiten? Coba Yuk!

PUASA merupakan salah satu cara cepat menurunkan berat badan. Saat berpuasa, tubuh tidak akan mendapat asupan makanan apapun selama beberapa jam. Jadi, energi yang diperlukan tubuh bakal dihasilkan dari pembakaran lemak.

Itulah sebabnya banyak orang yang menjalankan puasa karena terbukti memiliki manfaat untuk kesehatan. Nah, belakangan ini muncul pola diet populer yang disebut dengan puasa intermiten. Metode diet ini tidak berbeda jauh dengan puasa pada umumnya. Titik perbedaannya hanya terletak pada jendela makan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dikutip dari Money Life, puasa intermiten menerapkan prinsip memperpanjang puasa alami tubuh yang terjadi saat tidur. Cara diet yang biasa dilakukan pelaku puasa intermiten adalah melewatkan sarapan, mulai makan pada jam 12.00 dan mengakhiri pada pukul 20.00. Dengan kata lain, seorang pelaku diet ini bakal berpuasa selama 16 jam setiap hari.

Program puasa intermiten tidak memiliki pantangan apapun. Tapi, selama berpuasa Anda tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang berkalori. Artinya, seseorang yang menjalankan puasa intermiten hanya boleh minum air putih, serta teh dan kopi tanpa gula. Lantas, seberapa efektifkah puasa intermiten?

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan Cell Metabolism oleh ilmuwan dari Salk Institute, California, Amerika Serikat, menyebut puasa intermiten dapat membantu meningkatkan metabolisme. Bahkan, risiko obesitas bisa diturunkan dengan menjalankan puasa intermiten.

Meski demikian, puasa intermiten memiliki sejumlah risiko. Mulai dari dehidrasi, kelaparan, serta serangan jantung. Oleh sebab itu, Anda harus benar-benar memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama menjalani puasa intermiten. Pastikan makanan tersebut sehat agar bermanfaat bagi tubuh. (*)