Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 17 September 2018 / 20:46 WIB

Heli Kamov Bantu Atasi Kebakaran Hutan Sumbing

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Sebuah helikopter Kamov PK-HVK milik BNPB diturunkan untuk memadamkan api di gunung Sumbing, Senin (17/9). Helikopter ini mampu untuk mengangkut 5000 liter air. Pantauan sampai siang oleh BPBD, telah mampu mengurangi kebakaran.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Wangaldi mengatakan Senin pemadaman terkonsentrasi di lahan petak 27-1, 27,2, 27-3 dan petak 20-1 di lereng gunung Sumbing dengan menggunakan helikopter Kamov milik BNPB.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Perlahan api telah padam, diharapkan penggunaan helikopter ini efektif dan memadamkan api dengan sempurna," kata Gito Walngadi, disela memimpin pemadaman, di Lapangan Kledung Temanggung, Senin (17/9).

Dia mengatakan tidak ada petugas yang dikerahkan untuk pemadaman secara manual. Petugas akan diterjunkan Selasa (18/9) untuk merapat di sekitar lokasi kebakaran. Mereka bertugas menyisir apakah masih ada api atau bara, jika masih ada untuk dipadamkan secara manual.

Dia mengemukakan helikopter Kamov hanya beroperasi 4 jam pada Senin dengan berbagai pertimbangan seperti perlunya perawatan. Dalam waktu itu diperkirakan sudah mampu membawa berulangkali air dari titik ambil, seperti di Tlaga Menjer Wonsobo atau waduk Wadas Lintang, lantas menyiramkannya ke lokasi kebakaran.

Gito mengatakan kebakaran di gunung Sumbing terus meluas, bahkan kini sudah masuk di wilayang Garung Wonsobo. Maka itu harus segera dipadamkan agar tidak menjalan ke daerah lain. Helikopter ini, untuk mengganti pemadaman yang sebelumnya menggunakan seri Bolco yang terkendala ketinggian dan angin.

Dikatakan api sulit padam karena yang terbakar semak belukar tebal dan tonggak kayu yang berada di jurang. Bila ada hembusa angin, akan ada bara kembali, dan kebakaran meluas.  Petugas yang dikerahkan tidak bisa menjangkaunya, selain juga membahayakan keselamatan. " Pemadaman harus dengan air, tetapi diatas sulit air, satu-satunya cara dengan disiram menggunakan helikopter," katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan saat ini tengah memintai keterangan dari orang-orang yang diduga pelaku pembakar hutan di Gunung Sindoro. Polres juga menunggu hasil laporan dari tim Labfor Mabes Polri Cabang Polda Jateng.

"Lapfor sudah olah TKP di lokasi yang diduga sumber atau awal mula kebakaran di Sindoro, kita tunggu hasilnya," katanya.

Dilokasi itu petugas menemukan ada sejumlah peralatan seperti cangkul, sabit, sekop, dan peralatan makan. Di sekitar lokasi juga ada bekas tebangan pohon, yang diduga dilakukan pelaku. "Kami masih mencari pelaku, motifnya dan hubungan dengan temuan di lokasi," katanya. (Osy)