Jateng Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 15 September 2018 / 03:10 WIB

WCD 2018, Pertamina Bersihkan Pantai Karimunjawa

JEPARA, KRJOGJA.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jateng- DIY, Jumat (14/9/2018) menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Karimunjawa. Dengan menggandeng HDI Foundation, Pertamina mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah setempat untuk peduli dengan sampah hingga pemanfaatannya melalui program pelatihan.

Sosialisasi dihadiri Muspika, aktivisi lingkungan, sekitar 150 warga dan para pelajar di Karimunjawa. Peserta juga mendapatkan pengarahan dari nara sumber antara lain aktivisi lingkungan Djati Utomo dan Toto Purwanto dari Dinas Lingkungan Hidup Temanggung, tentang pentingnya pemilahan sampah jenis organik dan anorganik.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Menyusul sosialisasi dan pelatihan, Pertamina yang menjadi salah satu bagian lembaga, komunitas dan organisasi peduli lingkungan dunia, ikut berpartisipasi dalam gerakan World Cleanup Day (WCD) 2018 yang puncaknya digelar 15 September ini. WCD dilakukan dengan pembersihan sampah di Pantai Nyampung Ragas, Kepulauan Karimunjawa.

“Kami tergerak melestarikan ekosistem di Karimunjawa, dengan melakukan pembersihan sampah sebagai bagian gerakan World Cleanup Day 2018,” ujar Andar Titi Lestari selaku Unit Manager Communication & CSR  MOR IV Jateng- DIY, Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, gelombang tinggi di sekitar Pantai Karimunjawa selalu menyisakan masalah sampah. Sampah-sampah di Karimunjawa semakin  menumpuk saat puncak musim wisatawan berdatangan. Kurangnya kesadaran setiap individu dengan membuang sampah di sembarang tempat menjadi masalah besar.

“Dengan begitu, Karimunjawa sebagai daerah tujuan wisata tetap bersih dan nyaman dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Pegiat lingkungan warga asli Karimunjawa, Djati Utomo alias Jamrong menyatakan, aksi bersih- bersih lingkungan sudah dilakukan dilakukan secara rutin dua kali dalam sebulan. Toh begitu, sampah tetap saja menumpuk. Maka tak hanya gerakan bersih yang harus ditingkatkan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuat sampah sembarangan. (Trq)