Olahraga Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 15 September 2018 / 02:10 WIB

Meski Bukan Sirkuit Ideal Bagi Yamaha, Ali Adriansyah Optimistis Hadapi Portimao

PORTUGAL, KRJOGJA.com - Akhir pekan ini Ali Adriansyah Rusmiputro akan berlaga di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal untuk menjalani putaran ketujuh World Supersport 300 (WSSP300), Sabtu-Minggu, 15-16 September 2018. 

Sirkuit ini termasuk arena balap modern yang penuh tantangan, baik untuk pebalap maupun tunggangannya. Dihiasi 17 tikungan, Algarve International Circuit yang memiliki panjang 4,7km ini terbilang menguras fisik dan mental para rider. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Sepeda motor yang mereka tunggangi juga harus perkasa mengingat kontur sirkuit dengan elevasi yang besar. Maksudnya, sirkuit ini menghadirkan tanjakan yang terjal juga turunan yang curam. Dengan kondisi yang ada, settingan dalam hal ini pemilihan gear ratio- menjadi krusial di Portimao. 

Menurut Ali Adriansyah, untuk menghadapi kondisi sirkuit seperti Algarve, settingan sepeda motor diarahkan agar mampu memberi traksi yang bagus. Hal itu perlu dicermati agar motor dapat menanjak dengan enak namun tetap mampu melibas trek lurus dengan mulus. 

"Di Portimao, sepeda motor dengan traksi yang besar memiliki keuntungan. Sebab sirkuit ini naik turun, bahkan ada tanjakan yang cukup terjal," ucapnya. 

Bagi rider Pertamina Enduro Racing Team ini, para mekanik dan engineer di timnya telah mampu menciptakan kondisi sepeda motor yang ideal untuk menghadapi Portimao. Kebetulan pada awal September silam, mereka telah melakukan ujicoba dengan hasil yang memuaskan. 

"Saat uji coba kemarin, catatan waktu kami lebih baik sekitar 3 detik ketimbang catatan waktu di Portimao setahun sebelumnya. Hal itu memberi motivasi yang bagus bagi rider maupun tim," jelas Ali. 

Hanya saja, pebalap kelahiran Jakarta 29 September 1993 itu tidak menampik bahwa Sirkuit Algarve lebih menguntungkan pebalap lain, terutama yang menunggang mesin berkapasitas besar seperti Kawasaki dan KTM. Dengan kubikasi 390cc (KTM) dan 399cc (Kawasaki) kedua sepeda motor itu memiliki torsi yang besar dan mampu menghasilkan traksi yang optimum. Hal itu memberi banyak keuntungan di Sirkuit Portimao. 

Menurut Ali Adriansyah, pembatasan putaran mesin yang diberlakukan bagi kedua sepeda motor itu menjadi tidak signifikan. Pasalnya sirkuit yang berliku dengan kontur naik turun seperti Algarve, mesin sepeda motor justru lebih banyak bermain di putaran bawah. 

Kendati demikian bukan berarti rider-rider penunggang Yamaha YZF-R3 kehilangan semangat. Apalagi, menurut rencana akan ada pemakaian komponen baru pada sepeda motor mereka, yang mampu mendongkrak kemampuan. 

"Seharusnya parts baru itu sudah kami coba di Valencia, tapi tidak jadi karena satu hal. Akhirnya baru akan kami gunakan di Portimao," ucap Ali Adriansyah. 

Pebalap bernomor 12 itu meyakini bahwa komponen baru itu akan mampu membuat tunggangannya tampil lebih apik, sehingga dapat memangkas jarak mereka dengan pebalap Kawasaki. 

"Sebenarnya kami mampu memperpendek jarak dengan Kawasaki, tapi untuk melewati mereka itu perkara lain," ungkap Ali. 

Keberadaan dan kualitas parts itulah yang saat ini menjadi harapan bagi rider Yamaha untuk mampu melewati pebalap Kawasaki. 

"Dengan kemampuan kami memangkas waktu hingga 3 detik dan ditambah parts baru, saya berharap dapat memberi hasil yang maksimal," ucap Ali Adriansyah. 

Putaran ketujuh World Supersport 300 di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal ini akan diawali dengan dua kali sesi latihan bebas pada hari Jumat. Sesi kualifikasi Super Pole 1 dan Super Pole 2 diadakan pada hari Sabtu. Sementara balapannya sendiri akan berlangsung pada hari Minggu, 16 September 2018 pada pukul 14.20 waktu setempat atau 20.20 WIB.(*)