Hiburan Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 15 September 2018 / 00:10 WIB

Eksodus: Wajah Segar LastElise

SETELAH album 'Memorabilia' yang sukses mengembalikan ingatan pendengar ke band yang cukup lama hadir dalam industri tanah air ini, Uya Cipriano dan Erwyn Leboy kembali meluncurkan karya terbaru. Berjudul "Eksodus", Rabu (12/9/2018). Single ini diluncurkan bertepatan dengan 12 tahun LastElise berkarya. Peluncuran juga bertepatan dengan ulang tahun Uya, gitaris sekaligus vokalis yang mengawal band ini selama 12 tahun.

"Single ini diluncurkan bertepatan dengan 12 tahun LastElise berkarya. Di 'Eksodus' kami mengajak Agib Tanjung, bassist Laquena, Roket, Altergeo, dan banyak band lainnya. Saya sudah memperhitungkan bagaimana jadinya lagu ini dengan warna yang diberi Agib. Ternyata lebih dari ekspektasi saya," kata Uya ketika ngobrol santai di Sangkring Art Space.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Single yang membuka gerbang ke album ke-3 selanjutnya ini memang mengejutkan. Karakter sound bass Agib Tanjung dalam "Eksodus" terdengar gagah. Kolaborasi ini memperdengarkan LastElise yang berbeda dari sebelumnya. LastElise juga memberi ruang koor para pendengar saat masuk repetisi larik "Wahai jiwa-jiwa layu dari tanah penantian/Wahai lidah-lidah kelu dari raga terjanjikan" dilanjutkan aransemen musik menghentak hingga akhir lagu.

"Lagu ini merupakan bagian dari album ke-3 yang akan diberi judul ‘Kausa’. Album yang merupakan sebuah curahan perjalanan spiritual dan musikal selama ini. Dalam prosesnya pembuatan album ini dilakukan terbalik jika dibanding pembuatan album-album sebelumnya, di mana tema besar album, jumlah dan semua judul komposisi sudah ditentukan sebelum menjadi bentuk musik," sambung Uya.

Sejak dirilis, lagu ini direspon banyak interpretasi pendengar. Ada yang merepresentasikannya sebagai perjalanan Musa menyelamatkan budak Raja Mesir menuju Gunung Sinai. Ada pula yang merespon "Eksodus" sebagai penanda hijrahnya LastElise ke musik yang lebih keras. Uya sendiri sebenarnya punya kisah di balik lagu yang dibuatnya setelah mengalami kontemplasi panjang. "Responnya memang macam-macam dan cukup kaget juga dengan apresiasi pendengar. Saya pernah berpikir tentang adanya dunia lain setelah kita mati, entah itu kita bakal pindah ke planet atau alam apa, pasti manusia akan mengalami perpindahannya secara spiritual setelah kematian," kata Uya.

Proses perekaman di Neverland Studio bersama Ardha Leo Renjana lalu lanjut mixing dan mastering di Aska Audio dikerjakan Uya. Sedangkan dalam paket rilis yang diluncurkan ke media sosial, LastElise juga berkolaborasi dengan Yngvie AN-Bodhi IA (vokalis Buktu) untuk menggarap artwork. Sedangkan Motion Graphic digarap Ceta Prabuntaran. "Dalam album ke-3 nanti, LastElise juga berkolaborasi dengan banyak bassist yang bakal memberi warna masing-masing di tiap lagu. Untuk mengobati penasaran silakan nikmati Eksodus dulu," sambungnya.(Des)