Ekonomi Agregasi    Jumat, 14 September 2018 / 23:15 WIB

BI Prediksi September 2018 Alami Deflasi 0,05 Persen


JAKARTA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia memperkirakan terjadi deflasi pada bulan September sebesar 0,04% secara bulanan (month to month/mtm). Deflasi juga terjadi pada Agustus 2018 yang mencapai 0,05%.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo menyatakan, deflasi pada bulan September itu, terjadi karena masih rendahnya harga-harga bahan pangan, seperti bawang merah dan cabai merah.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi


"Jadi, Bulan ini, (September), ini minus 0,04, deflasi," kata Doddy di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Sebelumnya, BPS mencatat untuk harga beras secara umum mengalami penurunan, di mana kualitas premium turun 0,65% atau seharga Rp9.458 per kg, medium turun 0,28% atau seharga Rp9.172 per kg, maupun kualitas rendah yang turun 0,42% atau seharga Rp8.977 per kg.

Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, penurunan harga beras disebabkan karena masih terjaganya stok beras pemerintah di PT Bulog, sehingga masih bisa melakukan operasi pasar.

"Artinya untuk operasi pasar cukup. Jadi kita ikuti tren, itu selalu naik wajar (harga gabah kering) karena itu musim tanam. Tahun lalu cadangan kita enggak bagus kayak tahun ini. Jadi kita berharap terkendali karena bobotnya gede," jelasnya.

Sementara itu, pada kelompok bahan makanan terjadi deflasi 1,10% dengan andil terhadap deflasi Agustus 2018 0,24%. Di mana komoditas yang dominan menyumbang deflasi yakni telur ayam ras sebesar 0,06% serta bawang merah sebesar 0,05%.

Deflasi juga disumbang bahan pangan yakni komoditas daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit yang masing-masing sebesar 0,02%. Kemudian komoditas sayur-sayuran yang menyumbang deflasi 0,01%. (*)