Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 14 September 2018 / 19:51 WIB

Ingin Sembuh Minum Alkohol, Mantan Kades Ditangkap Pakai Sabu

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - JS (50) warga Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban seorang mantan kepala desa (kades) disalah satu desa di Kecamatan Mojolaban ditangkap petugas dari Satuan Narkoba Polres Sukoharjo karena kedapatan menggunakan sabu. Dalam pengakuannya dihadapan petugas JS baru dua bulan menggunakan sabu karena alasan sesuai saran teman untuk menghilangkan kebiasaan minum beralkohol. Selain JS, Polres Sukoharjo juga menangkap lima pelaku pengguna dan pengedar narkoba. 

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat gelar perkara di ruang Panjura Mapolres Sukoharjo, Jumat (14/9/2018) mengatakan, Polres Sukoharjo menangkap total enam orang yang menyalahgunakan narkoba. Penangkapan dilakukan petugas dalam Operasi Antik 2018 dengan menyasar disejumlah wilayah di Sukoharjo.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Penangkapan terhadap JS seorang mantan kades di Kecamatan Mojolaban dilakukan pada 10 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah rumah di Dukuh Jetis, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban. Petugas saat itu sedang melakukan operasi dengan sasaran penyalahgunaan minuman keras. Saat operasi tersebut petugas mencurigai keberadaan JS dilokasi. JS kemudian digeledah dan menemukan barang bukti penyalahgunaan narkoba.

Barang bukti tersebut seperti seperangkat alat hisap yang terbuat dari botol, pipet yang masih ada sisa pembakaran narkotika, satu wadah plastik berisi 4 plastik klip terdapat sisa sabu, 1 pipet kaca, 1 sendok, 2 korek api gas, 1 handphone. Petugas menemukan barang bukti tersebut dalam kantong plastik yang diletakan di kantong celana.

JS dijerat pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a UURI nomor 35 tahun 2009 tengang narkotika. Selain JS, Polres Sukoharjo juga menangkap lima pelaku penyalahgunaan narkoba yakni, Tatto (25) warga Kartasura, JP (38) warga Kartasura, FP (26) warga Mojolaban, TB (30) warga Klaten, SH (45) warga Grogol.

"JS mengaku baru memakai sabu selama dua bulan dan mendapatkan barang dari rekannya karena alasan ingin sembuh dari ketergantungan minum alkohol. Rekannya itu kami dalami perannya dan sedang dalam pengejaran petugas," ujar AKBP Iwan Saktiadi.

Mendengar pengakuan JS petugas Polres Sukoharjo akan mendalami kasus tersebut. Sebab JS dalam pemeriksaan diketahui hanya sebagai pengguna saja. Pendalaman juga dilakukan terhadap lima pelaku penyalahgunaan narkoba lainnya. Sebab mereka tidak hanya menggunakan namun juga berperan ganda menjual atau mengedarkan.

Sementara itu JS saat gelar perkara mengatakan, usai pensiun sebagai kades JS mengaku bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi alkohol. JS mengaku mengalami ketergantungan menggunakan alkohol dan ingin sembuh. Oleh saran rekannya JS kemudian menggunakan sabu.

"Saya baru dua bulan pakai sabu karena saran teman. Saya ingin sembuh ketergantungan alkohol," ujar JS.

Kasat Narkoba Polres Sukoharjo AKP AA Gede Oka mengatakan, penangkapan enam pelaku penyalahgunaan narkoba dilakukan ditempat berbeda. Meski begitu penangkapan dilakukan dalam sebuah Operasi Antik 2018 menyasar disejumlah wilayah. Dalam penangkapan petugas menemukan sejumlah barang bukti berbeda.

Seperti pelaku SH barang bukti sabu yang diamankan paling banyak 8 gram. Sedangkan pelaku TB 5,16 gram sabu. Pelaku Tatto dan JP 2,5 gram sabu dan pelaku FP 0,50 gram. (Mam)