Hiburan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 14 September 2018 / 21:47 WIB

Keberanian VOC Sampaikan Suara Hati Seniman Muda Lewat Single

Usai  semarak Asian Games dan menghebohkan Kampung Buku Jogja (KBJ), pasukan keroncong pantomim Voice Of Citizens (VOC) langsung merilis single anyar di sebuah cafe bilangan Wahid Hasyim, Jumat (14/9) kemarin. Berjudul "Seni Kok Dibatasi", single teranyar mereka menyuarakan pegiat seni muda yang selalu berselisih paham dengan orang tua yang masih memandang seni sebelah mata. Single protes ini dikemas dalam musik ala VOC yang riang dan susah ditolak bergoyang.

"Secara jalan cerita, lagu ini menggambarkan tentang realita yang ada sekarang, tentang orang tua yang melarang anaknya untuk bekerja atau menggeluti dunia sebagai seorang seniman. Lagu ini semacam curhatan kegelisahan anak muda yang dilarang oleh orang tuanya untuk berprofesi sebagai seniman," kata Rena, Manajer VOC.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dalam realita kontemporer, masih ada saja mereka yang berpikiran ala Orde Baru (Orba) yang mengategorikan mana profesi 'layak' mana tidak. Melalui single ini, VOC mengajak pendengar tidak lagi memandang seni sebelah mata dan ke arah negatif. Seniman adalah mereka yang mampu menemukan ide kreatif lalu merepresentasikannya yang mampu memengaruhi orang banyak ke arah positif. 

"Bila dikaitkan dengan realita yang ada di dunia milenial ini, Voice Of Citizens dengan single “Seni Kok Dibatasi” mengajak untuk tidak mengambinghitamkan nama seni sebagai jalan untuk kearah negatif," sambung Rena.

Keroncong pantomime Voice Of Citizens adalah sekumpulan anak muda gelisah akan kebudayaan beserta tradisi musik keroncong dan pantomim. Mereka mengembangkan musik keroncong menjadi lebih moderen dan populer di telinga anak muda. (Des)