Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 14 September 2018 / 20:32 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Bakal Meleset

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 sebesar 5,4 persen tidak bisa  tercapai. Alasannya  adalah kondisi neraca transaksi modal dan finansial yang surplusnya mengecil menjadi  4 miliar dokar AS pada kuartal II-2018 sehingga tidak bisa menutup defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai 8 miliar dolar AS. 

"Hasilnya, neraca pembayaran defisit sekitar 4,3 miliar dokar AS. Kondisi itu juga berkaitan dengan kondisi perdagangan internasional yang melambat,” kata Menko Perwkojokian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (14/9).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dikatakan, kondisi perdagangan internasional yang melambat itu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2028 hanya bisa sekitar 5,3 persen."kondisi perdagangan internasional melambat. Dan itu berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Jadi nggak bisa kita rencanakan 5,4 persen itu mempertahankan, itu sudah perjuangan besar itu. Bisa-bisa dia turun ke 5,3 persen, karena mungkin tidak tahun ini dia kena pengaruh pertumbuhannya, tapi tahun depan. Nggak ada yang imun terhadap itu," tegasnya.

Meski demikian, tambahnya ini mengungkapkan pemerintah akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sesuai target.
"Kita akan hadapi kita akan coba atasi kita tahu apa yang harus kita lakukan," ujarnya.

Untuk tetap merealisasikan target pertumbuhan ekonomi, kata Darmin, pemerintah harus meningkatkan kinerja ekspor dan menekan pertumbuhan impor.Selain itu, pemerintah juga menjaga iklim investasi dengan menyediakan fasilitas proses perizinan yang mudah melalui online single submission (OSS), hingga pelaksanaan B20. Namun, Darmin belum tahu persis ekonomi Indonesia akan berada di level berapa sampai akhir tahun. "Kita lakukan satu-satu bukan cuma ngomong, ya mari kita optimumkan itu semua, Kalau bank dunia bilangnya 5,3 persen, bukan saya," katanya.  ( Lmg)