Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 14 September 2018 / 19:11 WIB

Mahasiswa Baru Diperkenankan Mata Kuliah Citra Diri

JAKARTA, KRJOGJA.com - Mahasiswa baru sebaiknya menerapkan mata kuliah (matkul) baru yaitu Personal Branding atau Citra Diri.  Mata kuliah  tersebut dinilai penting untuk mengasah softskill mahasiswa.

Demikian Rektor Universitas Trilogi Aam Bastaman di Jakarta Jumat (14/9 2018)dalam  kegiatan Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru (UPMB) di Universitas Trilogi, Kalibata Jakarta. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Menurutnya, selain kecerdasan intelektual, softskill juga penting dikuasai oleh mahasiswa. Sehingga setelah lulus, mahasiswa mudah beradaptasi dan berinovasi.
"Kemampuan berkomunikasi dengan orang, kemampuan beradaptasi, memecehkan masalah, kegigihan, skil-skil yang semacam  itu yang juga mesti dimiliki oleh mahasiswa," kata Aam .

Selain memberi mata kuliah khusus, pengembangan softskill juga akan disisipkan dalam proses pembelajaran mata kuliah berbasis keilmuan lainnya. Caranya yaitu dengan menerapkan sistem belajar student centre, dan tidak lagi proses belajar yang satu arah.

"Intinya kami dorong agar dikelas mahasiswa aktif, mau bicara mau menyampaikan gagasan, agar jiwa kepemimpinannya muncul. Jadi tidak ada lagi pembelajar model satu arah," terang Aam.

Selain itu, lanjut Aam, pihak kampus juga mewajibkan mahasiswanya untuk aktif di keorganisasian kampus. Minimal, kata dia, mahasiswa aktif di satu organisasi baik Badan Ekstekutif Mahasiswa (BEM), senat kampus atau bahkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

"Ya itu juga cara agar mahasiswa bisa lebih aktif. Melatih softskill itu tadi, selain di kelas ditunjang juga dengan kegiatan di organisasinya," ujar Aam.

Untuk merespons perkembangan teknologi dan perubahan zaman, Universitas Trilogi Jakarta juga mulai menerapkan konsep blended learning. Yakni, metode belajar yang memadukan pertemuan tatap muka dan juga pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Total satu semester itu ada 14 pertemuan. Tahun ini akan dibagi 50 persen, jadi 7 kali tatap muka, 7 kali berbasis daring," kata Aam Bastaman.

Meski berbasis daring, namun mahasiswa dan dosen tetap dilatih untuk berdisiplin. Sebab mulai dari jadwal perkuliahan daring, tugas-tugas, ujian berbasis daring, dan hal lainnya akan tetap diatur dan terpaku pada jadwal. "Jadi bukan berarti dengan belajar secara online bisa bebas belajar kapan saja, tidak begitu. Karena sudah kami beri jadwalnya, itu dilakukan untuk melatih kedisiplinan mahasiswa dan dosen," ucap Aam.

Konsep 'blended learning' sebenarnya telah mulai diterapkan beberapa tahun kebelakang. Namun untuk penerapannya dilakukan secara bertahap. (Ati)