Murid SMPN 4 Pakem Ini Ciptakan Cairan Elektrik Antinyamuk dari Benalu

Muhammad Fatih Husaen (kanan) dan Moza Anoemoda Mahasa (kiri) dalam LKIR Sleman 2018 di Sanggar Kegiatan Belajar Sleman Jumat (14/09)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Benalu selama ini hanya dikenal sebagai tumbuhan parasit yang mengganggu, tetapi ternyata dari tanaman ini dua siswa 2 Siswa SMP N 4 Pakem, Moza Anoemoda Mahasa dan Muhammad Fatih Husaen berhasil menciptakan cairan yang bisa digunakan untuk antinyamuk elektrik.

Penemuan mereka yang berjudul Liquid Elektrik Benalu sebagai Antinyamuk Bebas Racun menjadi salah satu karya yang masuk final dalam  Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tingkat Kabupaten Sleman yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sleman 14-15 September 2018.  

Sebanyak 48 peserta tingkat SMP mengikuti lomba tersebut yang terbagi dalam 19 kelompok IPA, 9 kelompok teknologi, 12 kelompok IPS dan 8 kelompok wirausaha.  Selain itu sebanyak 26 peserta tingkat SD juga menampilkan karyanya.

Fatih dan Moza mengatakan Benalu dipilih karena mengandung Saponin yakni zat yang memiliki sifat racun bagi serangga. Secara khusus benalu yang digunakan adalah yang tumbuh di pohon mindi karena berbagai penelitian menunjukkan kandungan saponin di benalu yang tumbuh di tanaman ini paling tinggi. “Saponin ini beracun bagi serangga tetapi tidak bagi manusia. Hanya rasanya memang pahit,” kata Moza

Untuk mendapatkan cairan murni, daun benalu tersebut disuling. Cairan itu kemudian dicampur air dengan komposisi tertentu dan digunakan untuk mengisi ulang botol elektrik antinyamuk yang biasa dijual di pasaran. “Penggunaannya sama dengan elektrik antinyamuk pabrik, hanya cairannya diisi dengan sulingan benalu ini,” tambah Fatih.

Untuk menguji efektivitas cairan ini, uji coba dilakukan di sejumlah tempat yakni di Dusun Dadapan, Wonokerto, Turi, Sleman, Dusun Jalakan Tambakrejo Tempel, Dusun Sayidan, Sumberadi, Mlati, Sleman serta di Gunungkidul. “Penelitian sendiri berlangsung sekitar 10 bulan dari Oktober 2017-Juli 2018,” tambah Fatih.

Dari berbagai pengujian tersebut didapat bukti bahwa cairan elektrik antinyamuk dari benalu ini bisa bekerja efektif, bahkan lebih baik dan lebih hemat dibandingkan cairan buatan pabrik. “Dan yang pasti lebih aman karena tidak mengandung zat kimia,” tambah Fatih.

Pengujian menunjukkan cairan benalu butuh waktu waktu 8 menit 23 detik untuk membunuh nyamuk. Waktu ini lebih cepat dibandingkan menggunakan liquid elektrik pabrik yang membutuhkan waktu 11 menit 38 detik.

“Juga lebih hemat karena dengan volume 30 ml bisa digunakan untuk 80 hari. Sedangkan yang buatan pabrik dengan volume 33 ml untuk 45 hari,” kata Fatih.

Karena tidak mengandung zat kimia, maka cairan ini juga aman untuk kesehatan. “Pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa liquid elektrik benalu tidak berbau dan tidak menimbulkan sesak napas,” tambah Moza. (*)

Tulis Komentar Anda