Wagiyo Realistis Perolehan Medali

Enam Atlet Paralimpic Karanganyar Maju APG 2018

Ilustrasi'. Foto: Dok

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Peraih medali emas di Asean Para Games 2017 asal Karanganyar, Wagiyo realistis menarget perolehan medali di Asian Para Games (APG) 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, 6-13 Oktober mendatang. Ia hanya mematok perunggu dan perak.

“Ini kali kedua saya ikut bertanding di ajang paragames internasional. Sebelumnya meraih dua medali emas dan satu perak di Asean Para Games di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2017. Tahu betul kemampuan pribadi dan para peserta dari teman sendiri maupun negara lain. Prediksi saya pribadi, hanya perak atau perunggu untuk lompat jauh,” kata Wagiyo kepada KR usai pamitan atlet APG dengan bupati Karanganyar, Juliyatmono di kantornya, Jumat (14/9).

Menurutnya, perolehan medali di APG yang diikuti 2.800 atlet asal 41 negara anggota National Para Olympic tergolong luar biasa. Itu tidak bisa dibandingkan Asean Para Games 2017 yang hanya diikuti 11 negara Asia Tenggara. Pria asal Karangmojo, Tasikmadu ini mengatakan persiapannya sudah 90 persen. Ia juga telah mengukur kemampuan para kompetitor saat sama-sama menjalani training camp di Beijing, RRC, belum lama ini.   

“Latihan standar. Yang paling penting menyiapkan mental. Karena di APG akan berhadapan dengan atlet kelas dunia. Dari pelatnas, cabor atletik memang dijagokan. Juga, banyak atletnya. Perkiraannya, emas tetap diraih Indonesia meski bukan dari saya. Sedangkan perak diraih atlet asal India. Mereka jago-jago,” kata penyandang disabilitas yang disiapkan pada lompat jauh nomor 100 meter dan 200 meter ini.

Selain dirinya, NPC Karanganyar mengirim lima atlet lainnya. Yakni Murdiyan (voli duduk), Suryo Nugroho (bulu tangkis), Sri Sugiyanti (paracycling), Mella Widyasari (lawn ball) dan Mulyono (atletik).  

Ketua National Paralympic Committe (NPC) Kabupaten Karanganyar, Nano Suparno mengatakan pihaknya sekadar memotivasi para atlet berkebutuhan khusus. Sedangkan pendampingan profesional oleh pelatnas.

“Mohon doa restunya, atlet NPC Karanganyar sukses di APG. Pada APG di Incheon, Korsel 2014 lalu, atlet Karanganyar baru bisa membawa pulang dua medali perak dan satu perunggu,” katanya.

Ia berharap keberhasilan para atlet nasional mampu mendorong pemerintah memberikan bonus adil tanpa dibatasi kondisi fisik.   

“Bonus atlet di tingkat nasional setara. Tidak membedakan dia normal maupun cacat. Namun, tidak begitu di daerah. Mungkin karena kemampuan keuangannya yang berlainan,” katanya. (Lim)

 

Tulis Komentar Anda