Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 14 September 2018 / 14:19 WIB

Siswa SMKN 2 Diajari Buat Aplikasi Android

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Sedikitnya 550 siswa dan guru SMKN 2 Purworejo diajari membuat aplikasi berbasis ponsel android. Mereka belajar tahapan membangun aplikasi hingga bisa diunduh lewat Google Playstore.

Sekolah bekerjasama dengan program Androidweb Go To School yang diselenggarakan perusahaan pembuat aplikasi yang berkantor pusat di Inggris, AndroidWeb.Studio. Tim perusahaan yang berafiliasi dengan Google Asia Pasific itu memberi pelatihan secara gratis, Jumat - Sabtu (14-15/9) di laboratorium komputer sekolah. Kedua pihak juga menandatangani perjanjian kerjasama pelatihan dan pendampingan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Kepala SMKN 2 Purworejo Suhirman mengatakan, lembaganya ingin membekali siswa dan guru dengan kemampuan teknologi informasi sehingga bisa bersaing di tingkat global. "Pengetahuan information technology (IT) sangat penting bagi siswa dan guru, khususnya siswa. Mengingat sesuai kurikulum 2013, salah satu karakteristik lulusan adalah memiliki beragam keahlian," tuturnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (14/09/2018).

Selain itu, kemampuan membuat aplikasi juga menjadi peluang siswa dan guru untuk memperoleh penghasilan. Menurutnya, sekolah ingin siswa SMKN 2 Purworejo bisa mandiri setelah lulus.

Direktur AndroidWeb.Studio Abuya Darussalam mengatakan, kemampuan membuat aplikasi belum banyak dikuasai masyarakat Indonesia. Kebanyakan masyarakat hanya berperan sebagai pengguna aplikasi lewat platform android maupun komputer.

Padahal peluang usaha dari sektor teknologi itu sangat besar. "Perkembangan aplikasi android sekarang ini baru tahap awal, saya kira belum mencapai puncaknya. Itu peluang besar mendapat penghasil yang harus bisa dimanfaatkan terutama bagi anak muda," tegasnya.

Membuat aplikasi, lanjutnya, sangat mudah. Namun kendala yang masih dihadapi adalah mahalnya biaya pembuatan aplikasi. Untuk membangun satu aplikasi hingga diluncurkan dan diunduh lewat Google Playstore, butuh dana antara Rp 10 juta - Rp 20 juta. "Sebetulnya penghasilan dari iklan Google juga akan menutup modal apabila aplikasi sukses diunduh banyak orang. Ada beberapa siswa hasil pelatihan program kami yang berpenghasilan lebih dari cukup," terangnya. (Jas)