Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 14 September 2018 / 15:35 WIB

Sereem...Ternyata Lemari Kayu Nangka Itu Ada 'Glundung Pringis'nya

Lelembut atau mahluk halus memang hobi tinggal di pohon-pohon tertentu. Apa jadinya jika pohon tersebut ditebang dijadikan mebelair seperti kisah berikut ini..

SUDAH cukup lama Pak Drono (bukan nama sebenarnya), menekuni pekerjaan sebagai pembuat mebel. Meski mebel yang dibuatnya bukan mebel dengan tampilan modern, namun laris-manis. Maklum, harganya sangat terjangkau.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Siang itu seorang tetangga Pak Drono datang membawa beberapa potong kayu nangka ukuran besar. Dibawa dengan gerobak dorong. “Kalau Kang Drono mau, belilah kayu nangka ini. Lumayan, bisa dibuat meja dan kursi. Kayu bagus, sudah cukup tua,” ujar orang tersebut.

Karena memang membutuhkan kayu ukuran besar untuk dibuat lemari, Pak Drono menerima tawaran itu. Seminggu berikutnya gelondongan kayu nangka itu sudah berubah wujud, menjadi sebuah lemari. Bukan untuk dijual, tapi akan diberikan kepada Lasimin (nama samaran), anaknya yang tinggal di Bantul.

Sebulan kemudian Pak Drono kaget menerima telpun dari Lasimin. Lewat telpun, anaknya mengabarkan, jika akan mengembalikan lemari kayu nangka pemberiannya.

“Bukan karena aku tidak suka modelnya, Pak. Tapi…, aku sekeluarga ngeri. Tiap malam, dari dalam lemari itu selalu terdengar suara gludak-gluduk. Puncaknya, ketika isteriku nekat membuka lemari itu pada tengah malam, dia melihat ada sebuah cumplung di dalam lemari itu. Mulutnya menyeringai sangat menakutkan. Isteriku langsung semaput, Pak.”
Begitu Lasimin menceriterakan kejadian yang dialami keluarganya.

Tidak menunggu besuk-besuk Pak Drono langsung menuju rumah anaknya. Tidak lupa mengajak Mbah Gumawang (nama samaran), orang tua yang amat faham dunia makhuk halus.

“Sudah, sudah…. Yang menghuni lemari kayu nangka itu sudah bersedia pergi. Pakailah lemari itu baik- baik,” ujar Mbah Gumawang kepada Lasimin dan isterinya ketika selesai membersihkan lemari itu.

Dari Mbah Gumawang Pak Drono baru tahu, jika kayu nangka yang dibuat lemari itu ketika masih berupa pohon nangka, ada penghuninya. “Namanya Kyai Cumplung”, ujar Mbah Gumawang. Masih menurut Mbah Gumawang, penghuni pohon nangka itu dulu sering menampakkan diri berupa tengkorak manusia atau cumplung.

“Apakah memedi yang sering disebut dengan glundhung pringis itu, Mbah,” tanya Lasimin.

“Iya betul,” jawab Mbah Gumawang. Setelah si glundhung pringis disuruh pergi dengan cara baik-baik, akhirnya Lasimin bisa menggunakan lemari itu dengan tenang. (Harianmerapi.com)