Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 14 September 2018 / 14:25 WIB

Petani Sukoharjo Diajak Terapkan Minapadi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Konsep minapadi terus dikembangkan di Sukoharjo untuk mengangkat kembali bentuk usaha pertanian dan perikanan yang sudah lama dijalankan para petani dulu di Indonesia. Petani akan mendapatkan keuntungan ganda dengan hasil panen padi dan ikan. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti saat acara panen raya minapadi di hamparan sawah di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Jumat (14/9) mengatakan, Kabupaten Sukoharjo memiliki hamparan lahan pertanian yang sangat luas mencapai lebih dari 20 ribu hektare tersebar disejumlah wilayah. 
"Sebagian besar merupakan lahan dengan pengelolaan tunggal berupa tanaman padi. Hal itu seperti terlihat dalam tiga kali tanam selama satu tahum selalu menanam padi. Pola tersebut dilakukan petani karena mendapatkan jaminan ketersediaan air dari saluran irigasi teknis," katanya.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Sebagian kecil lainnya meski tidak dapat aliran air dari irigasi teknis namun tetap diolah petani menanam padi. Petani Sukoharjo sekarang lebih mudah dalam menjalankan usaha karena ketersediaan alat pertanian modern bantuan dari pemerintah. Ketersediaan alat membuat petani juga beralih dari sebelumnya menerapkan sistem tradisional menjadi lebih modern.

Perubahan juga dilakukan dalam konsep pengelolaan lahan pertanian. Pemkab Sukoharjo terus mendorong pada para petani kembali menerapkan konsep yang pernah diterapkan lama berupa minapadi. Konsep minpadi dianggap sangat tepat dan menguntungkan baik bagi petani maupun pemerintah.

"Para petani dulu sudah lama menerapkan konsep minapadi dan mengantarkan mereka sukses dengan hasil padi dan ikan melimpah. Pemerintah juga lebih terjamin mendapatkan stok bahan pangan. Sekarang minapadi kembali diangkat untuk diterapkan petani dan terus dikembangkan di Sukoharjo," ujar Netty Harjianti. (Mam)