DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 14 September 2018 / 10:11 WIB

DIES NATALIS KE-53

UAJY Undang Legenda PSIM Turnamen Segitiga

SLEMAN, KRJOGJA.com - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) merayakan Dies Natalis ke-53 tahun 2018. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan oleh pihak kampus untuk memeriahkan peringatan tersebut.

Salah satu yang cukup menarik adalah turnamen segitiga sepakbola yang kali ini mengundang para legenda PSIM Yogyakarta. Mantan-mantan pemain profesional Laskar Mataram akan ikut serta bertanding melawan PS RAS Atma Jaya dan PS Kedaulatan Rakyat bertempat di Lapangan Jogjakarta International School (JIS) 14-16 September 2018.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Panitia Dies Natalis ke-53 UAJY Chrishandoyo mengatakan kegiatan turnamen segitiga dilaksanakan untuk memeriahkan agenda Dies. Menurut dia, selain kegiatan pembelajaran di kampus, UAJY juga memiliki konsern untuk mengembangkan kegiatan yang terkait dengan kesehatan jasmani.

“Tahun ini kami mengundang PSIM Legend yang para pemainnya sangat dikenal di masa lalu seperti Siswadi Gancis, Sumarjono hingga Wahyudianto ‘Kancil’. Kami sengaja mengajak para legenda PSIM untuk mengingatkan kembali pada generasi saat ini untuk paling tidak meneladani semangat mereka,” ungkapnya pada KRJOGJA.com, Jumat (14/09/2018).

Selain para legenda PSIM, UAJY juga menggelar turnamen segitiga setingkat Sekolah Sepakbola (SSB) dengan mengundang Gama Yogyakarta, Minomartani dan PS Hisbul Wathan (HW). “Selain bernostalgia dengan para mantan pemain, kami juga memiliki konsern untuk ikut serta mengembangkan bakat-bakat anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus olahraga kita. Semoga semua bisa memaknai bahwa olahraga bisa menpersatukan semuanya,” ungkapnya lagi.

Sementara salah satu legenda PSIM, Siswadi Gancis menyampaikan apresiasi pada UAJY yang berusaha ikut memasyarakatkan sepakbola di Yogyakarta. Dengan diundangnya para legenda PSIM dan anak-anak dari SSB, keterwakilan semua generasi bisa terwujudkan dan diharapkan menjadi sinergi menarik kedepan.

“Kami masih guyub dan mungkin dengan apa yang kami miliki bisa ikut membantu perkembangan sepakbola di Yogyakarta khususnya,” ungkap pria yang dahulu berposisi sebagai penjaga gawang ini. (Fxh)