Hiburan Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 13 September 2018 / 09:43 WIB

Annyorong Lopi Dibalik Kehebatan Kapal Pinisi

BULUKUMBA, KRJOGJA.com – Pinisi adalah kapal tradisional yang menjadi bukti kehebatan Indonesia sebagai bangsa pelaut. Tapi, ada satu ritual dibalik hebatnya Pinisi. Namanya Annyorong Lopi. Ritual ini masih dilakukan sampai sekarang. Annyorong Lopi adalah ritual yang dilakukan sebelum Kapal Pinisi mengarungi perairan.

Annyorong Lopi berasal dari Bahasa Konjo. Secara etimologi, annyorong berarti mendorong. Sedangkan lopi berarti perahu atau kapal. Yup, Annyorong Lopi adalah kegiatan mendorong Kapal Pinisi ke laut. Ritual ini masih dipertahankan di Desa Tanah Beru, Bonto Bahari, Bulukumba. Ritual ini menjadi bagian Festival Pinisi yang digelar, Kamis (13/9). Sebelum Annyorong Lopi dilaksanakan,  upacara sangka bala ammossi’ dan appasili dirilis terlebih dahulu sehari sebelumnya. Doa dan asa keselamatan pun ditebar.
 
Berikutnya, kengkeng jangang dipasang. Ini adalah tips masyarakat lokal untuk menjaga agar lopi tidak miring. Caranya, dengan memasang balok besar dan panjang di beberapa sisi lopi.  Baru gong tanda dimulainya Annyorong Lopi ditabuh. Kegiatan ini digelar di batilang (galangan kapal) Desa Tanah Beru. Atraksi manca atau pencak silat menjadi pembukanya.
 
“Anyorong Lopi ini bentuk kearifan lokal. Ritual ini melengkapi rangkaian Festival Pinisi. Pinisi ini bukan hanya sekedar fisik kapal, tapi mahakarya kearifan lokal. Di situ ada budaya dan pengetahuan. Pinisi ini juga sudah jadi identitas dunia,” ungkap Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satrahia Yulianto.
 
Countdown Annyorong Lopi yaitu tra, ta, ju (satu, dua, tiga) diberikan. Aba-aba berupa laarilambatee disuarakan. Artinya, dorong yang kuat. Lalu, diteruskan kata-kata samakan tiang. Maknanya sama-sama pegang tali dan kuatkan tarikan.
 
Untuk menarik Pinisi, digunakan tali yang diikatkan pada haluan kapal. Dua disisi tali lalu ditarik sembari lopi didorong. Kegiatan ini dilakukan 100 orang. Prosesi dimulai pukul 09.20 WIT.

Kapal Pinisi kemudian ditarik menuju bibir pantai yang berjarak sekitar 50 meter dari batilang. Karena beban yang berat dan alas berpasir, pergerakan lopi sempat macet. Berbagai upaya dilakukan. Seperti mencongkel lopi dengan balok. La’lere (jenis tumbuhan merambat) sebagai pelicin diberikan di atas galasara (landasan perahu). Aktivitas Annyorong Lopi ditutup pukul 10.36 WIT.
 
“Pinisi ini kearifan lokal dan kebanggaan masyarakat. Festival Pinisi ini secara keseluruhan juga bagus, terutama untuk perekonomian masyarakat. Kedepannya, akan ada beberapa perbaikan. Sistem informasi yang terkoneksi. Aksesibilitas akan ditingkatkan dengan pembangunan bandara wisata di Bulukumba,” tutur Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
 
Kapal Pinisi memiliki profil luar biasa. Kapal ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar dan tinggi 5 meter. Untuk membuat kapal ini dibutuhkan kayu sekitar 35 meter kubik. Jenis bahan yang digunakan kayu bassih (besi). Lopi ini tersusun dari papan dengan ukuran panjang 4-5 meter, lebar 20 cm, lalu tebal 7 cm. (*)