Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 13 September 2018 / 19:43 WIB

Bank BTN Luncurkan House Price Index


JAKARTA.KRJOGJA.com - Pertumbuhan permintaan hunian dan pengembangan kawasan hunian yang semakin pesat mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merilis indeks harga rumah atau House Price Index untuk dijadikan acuan bagi para stakeholder di bidang properti dalam berinvestasi. 

BTN House Price Index adalah indeks yang memaparkan perubahan harga rumah yang dibeli oleh konsumen. Berbeda dengan indeks yang dipaparkan oleh institusi lain. House Price Index atau HPI yang diracik tim riset Housing Finance Center (HFC) Bank BTN ini memberikan gambaran lebih rinci mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode matched sales menggunakan data penyaluran KPR Bank BTN di seluruh wilayah di Indonesia.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Kami menyajikan HPI yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar pemerintah dapat memanfaatkannya untuk meramu kebijakan di sektor properti ke depan," ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono saat diskusi peluncuran BTN House Price Index di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Diharapkan, dengan HPI ini para pengembang bisa menentukan  pengembangan tipe perumahan yang tepat dan harga yang sesuai dengan harga pasar. "HPI juga bisa dimanfaatkan perbankan untuk menambah informasi terkait penyaluran KPR, sementara konsumen bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai harga rumah,” kata Maryono.

Maryono menjelaskan, untuk menghasilkan HPI yang akurat, HFC BTN melakukan tiga penyempurnaan dari indeks yang pernah dirilis HFC tahun 2015 lalu. Pertama, modifikasi dari metode perhitungan indeks, dari sebelumnya chained fisher menjadi matched sales, dimana metode ini sesuai dengan karakteristik data KPR yang dimiliki Bank BTN. 

Kemudian kedua, data yang diambil lebih komprehensif, tidak sekadar penjualan rumah semata tapi juga melihat karakteristik rumah seperti luas, kualitas bangunan, posisi dan fasilitas umum dan sosial di lingkungan rumah. Ketiga, cara pengolahan data yang memperhitungkan data penjualan rumah dengan memperhitungkan pertumbuhan nilai rumah dengan membandingkan harga dua atau lebih rumah yang berbeda namun memiliki karakteristik dan kualitas yang sama.

"Hasilnya BTN HPI memperlihatkan tren pertumbuhan harga rumah yang secara gradual terus naik, dengan menghitung pertumbuhan harga rumah kualitas tinggi maupun kualitas rendah berbeda dengan HPI sebelumnya yang cenderung fluktuatif," kata Maryono.

Berdasarkan hitungan tim riset HFC BTN bekerjasama dengan InterCafe IPB menunjukkan, HPI nasional terus menanjak. Sata per Juni 2018 Indeks Harga Properti Nasional tercatat mencapai 155,26 dengan pertumbuhan 7,23% (yoy). 

HPI secara nasional tersebut meningkat dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22. Berdasarkan olahan data Bank BTN, tercatat Indeks Harga Rumah tipe kecil yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan HPI sebesar 143,97 dan 141,20. 

Hal tersebut menggambarkan, permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas. "Kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” kata Maryono. (Imd).