Bisa Semakin Besar, Bekraf Dorong UMKM Dapat HKI

Robinson di depan ratusan pengusaha kecil. (Foto: Qomarul)

SOLO, KRJOGJA.com - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih banyak yang belum memahami Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Karena itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan HKI. Tahun ini ditarget 2500 pelaku ekonomi kreatif mendapatkan HKI.

"Seluruh aspek finansial dan administrasi ditangani Bekraf. Pengurusan HKI tidak gratis, tapi dibiayai Bekraf," jelas Robinson Hasoloan Sinaga, Direktur Fasilitasi HKi Bekraf disela Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual di Bidang Ekonomi Kreatif di Swiss Bellin Solo, Kamis (13/9/2018).

Di Indonesia UMKM yang memiliki HKI hanya sekitar 11 persen, sementara sekitar 90 persen tidak mengurus HKI. Masalahnya mereka tidak punya biaya. Itulah Bekraf mendesain program untuk memfasilitasi sekaligua membiayai pengurusan HKI. Beķraf melakukan sosialisasi dan fasilitasi di 8 kota.

Namun dari 7 kota sebelumnya tidak memenuhi kouta. Misalnya ada kota yang diberikan kuota 125 hanya terisi 80. Sisa kuota diakumulasikan di kota terakhir yakni Solo. "Di Solo tersedia 390 diharapkan bisa dimanfaatkan," kata Robinson. Sejumlah kota yang kuotanya tidak terpenuhi diantaranya ada yang tidak mau mengganti merk.

HKI adalah perlindyngan hukum terhadap produk yang dihasilkan. Ini meruapakan aset yang tidak nampak. Jika sebuah prouduk tidak didaftarkan HKI bisa ditiru orang lain. "Sementara kalau sudah didaftarkan pemiliknya bisa menjual namanya," tambah Prof Dr Widodo Muktiyo, wakil rektor 4 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dari 2500 HKI yang dipatok Bekraf, 1000 diantaranya digarap UNS. Sosialisasi dan fasilitasi HKI dibuka wakil Walikota Achmad Purnomo.(Qom)

Tulis Komentar Anda