Guru SMA di Yogya Diminta Tularkan Virus Cerdas Atur Keuangan

Guru-guru ekonomi SMA di Kota Yogyakarta ikuti seminar literasi keuangan (Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - 50 guru ekonomi dari SMA di Kota Yogyakarta mengikuti seminar literasi keuangan di SMA Negeri 1 Yogyakarta, Kamis (13/9/2018) bersama Bhinneka Life. Para guru diharapkan menjadi ujung tombak penyebarluas virus cerdas mengatur keuangan khususnya pada para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa. 

Direktur Operasional dan Marketing Bhinneka Life  Lina Bong mengatakan seminar literasi keuangan bersama guru di Yogyakarta menjadi yang pertama diantara lima lainnya di Indonesia. Kali ini, Bhinneka Life mengajak 50 guru ekonomi SMA di Kota Yogyakarta untuk belajar lebih dalam tentang berbagai produk keuangan. 

“Pertama kami gelar di Yogyakarta hari ini, lalu berlanjut di empat kota lainnya yakni Semarang, Surabaya, Bandung dan Bukit Tinggi Sumatera Barat di mana sasaran utamannya adalah para guru. Kami berharap, pemahaman guru pada produk keuangan semakin menyeluruh dan nantinya menyebarkan ke anak didiknya, tentu agar generasi penerus bangsa semakin cerdas berliterasi keuangan,” ungkapnya pada wartawan di sela seminar. 

Bhinneka Life menurut Lina berusaha selalu hadir untuk mendukung program untuk mencerdaskan literasi keuangan masyarakat. Selain seminar, para guru yang turut dalam seminar mendapatkan sebuah buku berjudul Mengenal Jasa Keuangan & Industri Jasa Keuangan dan diharapkan bisa menjadi panduan dalam mengelola keuangan kedepan. 

“Kami terus berinisiatif agar generasi Indonesia semakin mengerti industri jasa keuangan khususnya asuransi karena di era saat ini, menyusun rencana keuangan menjadi hal sangat penting untuk kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya. 

Sementara Asteria Diantika, Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK DIY menyampaikan dukungan pada pihaj Bhinneka Life yang berinisiatif menggelar seminar literasi keuangan untuk para guru. Di DIY sendiri untuk keseluruhan, literasi keuangan baru tercapai 38,5 persen meski tetap lebih tinggi daripada rata-rata nasional. 

“Kami mendukung siapa saja yang memiliki konsern untuk meningkatkan literasi keuangan. Harapan kami, literasi keuangan masyarakat semakin meningkat sehingga kehidupan semakin baik. Kedepan semoga tidak ada lagi yang pakai produk tapi tak baca hak dan kewajibannya, punya produk tapi tidak tahu manfaatnya atau bahkan kredit macet di tengah jalan karena ada masalah yang sebenarnya sudah diatur dalam kontrak di depan namun tak dibaca,” tandasnya. (Fxh)

Tulis Komentar Anda