Seleksi CPNS, Pemerintah Siapkan 108 Ribu Formasi Guru

Istimewa


JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri PAN-RB Syafruddin menyatakan proporsi terbesar formasi CPNS 2018 adalah untuk pengisian jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kekurangan tenaga. 

"Antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur,” kata MenPAN Syafruddin  di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Lowongan CPNS 2018 menyediakan jumlah formasi lumayan banyak untuk tenaga pendidikan. Total, akan tersedia 108 ribu formasi untuk guru pada seleksi CPNS 2018. Perincian detail mengenai formasi yang akan tersedia untuk guru pada seleksi CPNS 2018 guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi dan guru Agama sebanyak 8.000 formasi.

Sebagai catatan, 88 ribu formasi guru kelas dan mata pelajaran serta 8.000 formasi untuk guru agama tersedia untuk penempatan instansi Pemerintah Daerah. 
Pada akhir Agustus lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sudah menyatakan bahwa seleksi CPNS 2018 akan menyediakan lowongan sekitar 100 ribu formasi untuk guru. Menurut dia, lowongan CPNS untuk guru tersebut bisa diisi oleh kalangan umum maupun tenaga honorer.

Jadwal pelaksanaan tahapan pendaftaran Seleksi CPNS 2018 direncanakan akan dimulai pada bulan September 2018. Tahapan itu dimulai dengan pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi pada bulan September. Sedangkan tahapan seleksi direncanakan pada Oktober 2018 dan pengumuman hasilnya dilakukan pada bulan berikutnya. Untuk memantau informasi mengenai seleksi CPNS 2018, publik diminta memantau situs resmi Kemenpan RB dan laman BKN serta sscn.bkn.go.id.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano berharap, kuota 100 ribu guru baru tersebut bisa langsung ditugaskan di zona-zona 'kurus' atau kekurangan guru PNS.  "Jadi ya harapan kita MenpanRB bisa mengikuti kebutuhan di zonasi itu (kurus) biar sinkron juga. Itu harapan kami ya, Tapi kebijakan kembali ke MenpanRB mungkin mereka punya hitungan sendiri," ungkap Supriano. (Ati)

Tulis Komentar Anda