Pemerintah Optimalkan Momentum IMF-World Bank Group

Istimewa

BALI, KRJOGJA.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses mengumpulkan seluruh stakeholder terkait jelang perhelatan IMF-World Bank Group (WBG) 2018. Dalam acara Workshop Percepatan dan Pengembangan Wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), lahir semangat Indonesia Incorporated untuk memanfaatkan momentum hebat event berskala internasional tersebut.

"Ini momentum yang harus kita gunakan bersama dengan baik. Bukan hanya saat pelaksanaannya saja, namun juga setelah itu. Ini juga menjadi momentum contoh daerah lain, untuk bisa membuat wisata MICE sebagai salah satu mesin mendatangkan wisatawan ke tanah air,"ujar Ketua Tim Percepatan MICE Kemenpar Hosea Andreas Rungkat.

Kemenpar memang membuat workshop itu menjadi kualitas dan tepat sasaran. Bukan hanya karena industri-industri dan pelaku wisata di Bali yang hadir, namun kementerian di bawah komando Arief Yahya itu juga sukses memboyong pihak nara sumber yang sangat kompeten dan merupakan  pihak penyelenggara langsung  IMF - WBG 2018 yang terdiri dari National of Committe , Official Professional Conference Organizers, dan Official Venues. Acara Workshop digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, 12 September 2018.

Mereka diantaranya adalah Koordinator Unit Khusus IMF-WBG  Kementerian Keuangan Adi  Budiarso, Direktur Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bank Indonesia Peter Jacobs, Managing Director Pacto Convex Wiwin Kurniawan dan Presdir PT Royalindo Expoduta Muhammad Reza Abdullah sebagai Profesional Confrence Organization pemenang yang menangangi event berkelas tersebut.

Hosea menambahkan, semangat memanfaatkan momentum ini harus diikuti secara berkelanjutan. Karena Hosea percaya, bahwa wisata MICE bisa menjadi unggulan. Dia mengambil contoh ada daerah yang sudah memiliki gedung dan tempat yang bagus, namun minim acara. Pihaknya berjanji dengan kerjasama semua pihak akan ada data akurat untuk menegaskan bahwa industri MICE punya angka yang fantastis dalam mendukung pariwisata Indonesia.


"Mari semua industri ambil pelajaran hebat dan bermanfaat dari IMF-WBG ini. Begitu juga kota-kota lain. Jangan sampai sudah bangun gedung besar, namun malah minim acara. Ini adalah ajang pembuktian kepada dunia, bahwa Indonesia punya segalanya untuk event MICE,"kata Hosea. 

Hal senada diungkapkan oleh Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alex Reyaan. Kata Alex, Workshop ini akan menjadi acuan dan informasi semua yang terkait dengan IMF-WBG. "Kita bisa lihat dan buktikan di Workshop ini berapa pengeluaran mereka, berapa jumlah yang datang, bagaimana dampaknya kepada pariwisata. Jadi masyarakat bisa tahu dampak positifnya,"kata pria yang biasa disapa Alex itu. (Fon)

Tulis Komentar Anda