Gaya Hidup Agregasi    Rabu, 12 September 2018 / 08:12 WIB

Berikut Gejala Sakit Maag & Solusinya

ORANG-ORANG yang memiliki maag tentu tahu tidak enaknya saat gejala penyakit tersebut kambuh. Biasanya perut hingga dada terasa terbakar dan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan bisa jadi rasa terbakar itu naik hingga ke tenggorokan dan menghasilkan rasa asam atau pahit di mulut.

Bagi mereka yang tidak memiliki penyakit maag sebelumnya dan tiba-tiba terserang gejala itu mungkin akan membuat sedikit bingung. Terlebih rasa sakit sering bertambah buruk setelah makan, ketika berbaring, atau di malam hari. Untuk menjawab rasa bingung itu, Okezone melansir Independent, Selasa (11/9/2018), terkait maag.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Rasa terbakar di dada yang timbul saat gejala maag menyerang terjadi karena hasil dari refluks asam. Ketika itu isi perut dipaksa kembali ke esofagus, saluran tempat makanan menuju perut. Masalah ini sering terjadi ketika sfingter bawah esofagus melemah atau tidak berkerja secara normal. Isi perut yang sangat asam dapat menyebabkan sensasi terbakar.

Gejala maag sebenarnya bisa diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas atau perubahan gaya hidup. Namun refluks asam dapat pula terjadi lebih dari dua kali seminggu. Kondisi ini disebut dengan gastro-oesophageal reflux disease (GORD). Gejalanya bisa lebih berat dibanding hanya perasaan terbakar. Bila sudah begitu maka tidak menutup kemungkinan harus segera mendapat pertolongan medis.

Sakit maag biasanya terjadi karena pola makan yang buruk. Selain itu, menurut NHS makanan dan minuman seperti kopi, alkohol, coklat, serta makanan berlemak atau pedas dapat menyebabkan perut sakit. Ada juga faktor-faktor tertentu yang berkontribusi seperti merokok, stres, kecemasan, kelebihan berat badan, atau kehamilan.

Untuk pengobatan maag, orang bisa mengonsumsi obat antasid. Obat ini membantu menetralisir asam lambung dan memberikan bantuan. Mengubah gaya hidup juga bisa menjadi salah satu pilihan. Cobalah batasi makanan pemicu untuk mengurangi risiko refluks asam. Usahakan makan 3-4 jam sebelum tidur agar mengurangi risiko mulas. (*)