Sudah Ada sejak 1685, Kemenpar Dukung Festival Tabot Bengkulu

Kemenpar Dukung Festival Tabot Bengkulu (Pradita Ananda/Okezone)

BANYAK upaya yang bisa dilakukan oleh sebuah daerah untuk memajukan sektor pariwisata daerahnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara festival kebudayaan untuk memperkenalkan kebudayaan lokal setempat ke Dunia.

Inilah yang sedang dilakukan oleh Bengkulu, melalui perhelatan festival Tabot. Acara tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat provinsi Bengkulu dan juga luar daerah, di tahun ini festival Tabot disebutkan masuk ke dalam kalender acara 100 Wonderful Events Indonesia yang nantinya akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya.

Perhelatan Tabot Bengkulu sendiri sebetulnya sudah lama digelar. Sesuai keterangan dari Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, acara kebudayaan rutin tahunan ini sudah berlangsung sejak 1685.

"Perayaan Tabot ini sudah ada sejak 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Acara ini selalu dinanti banyak orang, apalagi akan dihadiri oleh pak Menteri langsung, ini akan jadi magnet tersendiri. Kita berharap, Kemenpar membantu promosi acara ini hingga ke luar negeri. Jika bisa ya mendatangkan orang luar ke acara ini, untuk memancing wisatawan mancanegara di tahun berikutnya karena banyak yang bisa dinikmati ke Bengkulu," jelas Rohidin saat dijumpai Okezone dalam acara konferensi pers festival Tabot di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Parawisata, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sementara itu, Arief Yahya menjelaskan pelaksanaan acara Tabot Bengkulu ini dijadikan sebagai acara utama, akar dari agenda pariwisata Bengkulu. "Tabot Bengkulu masuk di antara 10 Calendar of Event (CoE) Wonderful Wonderful Indonesia yang digelar dalam tahun ini. Acara budaya unggulan Lampung ini sepenuhnya dapat dukungan dari Kementrian Pariwisata," tambah Arief yang ditemui dalam kesempatan yang sama.

Pelaksaan festival Tabot Bengkulu ini sendiri diketahui digelar kurang lebih selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 Muharam yang bertepatan dengan tanggal 10-20 September 2018. 

Acara ritual Tabot akan dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang dikenal sebagai Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu, dengan hari pertama akan dilaksanakan prosesi Mengambik Tanah (mengambil tanah), lalu prosesi Duduk Penja (mencuci jari-jari) di hari kedua, Menjara (mengandun) di hari ketiga, lalu di hari keempat ada prosesi Meradai (mengumpulkan dana), dan Arak Penja (mengarak jari-jari) di hari kelima. (*)

Tulis Komentar Anda