Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 05 September 2018 / 19:11 WIB

Penugasan Dosen Perkuat LPTK dengan Sekolah

JAKARTA, KRJOGJA.com - Guna mewujudkan negara Indonesia yang maju, modern, demokratis, dan berkeadilan diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Sumber daya yang unggul hanya dapat dihasilkan dari pendidikan yang unggul dengan guru-guru yang unggul, dan guru-guru yang unggul hanya dihasilkan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang unggul.

"Unsur utama pendidikan guru adalah dosen, maka dosen LPTK harus menjadi model bagi mahasiswa calon guru. Karena itu, dosen harus mampu memberikan contoh baik bagi mahasiswa calon guru, dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, termasuk strategi melaksanakan pembelajaran di kelas," kata Kasubdit Pendidikan Akademik Direktorat Pembelajaran Sirin Wahyu Nugroho  saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Revitalisasi LPTK tahun 2018 melalui kegiatan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) di Jakarta kemarin

Wahyu menjelaskan kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif baik bagi LPTK maupun bagi sekolah mitra. 

"Program Penugasan Dosen di Sekolah membutuhkan komitmen dosen untuk mengalami dan menjadi guru di sekolah mitra. Menjadi guru di sekolah bagi seorang dosen adalah hal baru. Dosen perlu menyesuaikan dengan berbagai hal yang biasa berlaku di sekolah",tegasnya. Dosen yang bertugas di sekolah dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekolah yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya di perguruan tinggi,tegas Sirin.

Program Penugasan Dosen di Sekolah mengandung multifungsi dalam peningkatan kualitas penyiapan calon guru profesional, antara lain hilirisasi berbagai novelty LPTK ke sekolah mitra terkait dengan pesatnya perkembangan ilmu pendidikan dan teori-teori belajar, memfasilitasi dosen untuk menghayati secara langsung menjadi “guru” di sekolah mitra. “program ini dapat memperkokoh kemitraan antara LPTK dan sekolah mitra, yang muaranya untuk meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa calon guru” ungkap Sirin. (Ati)