Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 05 September 2018 / 15:06 WIB

Merapi 'Erupsi', Jalan Rusak Hambat Evakuasi Warga di 5 Desa

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Gunung Merapi kembali erupsi dan warga di Desa Cluntang, Mriyan, Lanjaran, Sruni dan Sanggup Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali terkena imbasnya. Warga berusaha menyelamatkan diri dan mulai melakukan evakuasi.

Kendati demikian, kondisi jalan yang tidak semuanya mulus menghambat proses evakuasi tersebut. Sedangkan tim SAR dan regu penyelamatan belum bisa masuk ke daerah yang terdampak tersebut. Hal tersebut terangkum dalam simulasi erupsi Merapi di Lapangan Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Rabu (05/09/2018). 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menjelaskan, ke lima desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Musuk, yakni Desa Desa Cluntang, Mriyan, Lanjaran, Sruni dan Sangup, sebagai bentuk kesiap-siagaan antisipasi bencana Merapi yang saat ini sudah masuk dalam proses erupsi magmatik. "Sehingga bila sewaktu-waktu bencana terjadi, masyarakat sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan," katanya. 

Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, menambahkan, karena bencana letusan bisa terjadi kapan saja dalam waktu yang cepat, simulasi ini menekankan pada evakuasi mandiri berbasis masyarakat sebelum petugas turun atau sampai di lokasi melakukan penanganan kebencanaan. Misalnya dengan memberdayakan sumber daya yang tersedia, misalnya kendaraan pribadi masyarakat untuk proses evakuasi. 

Dalam simulasi tersebut, dihitung kecepatan dan efektivitas evakuasi lima desa tersebut bergerak ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) yang berjarak sekitar 8 km dari puncak Merapi. Untuk Desa Sangup yang merupakan desa terdekat dengan puncak Merapi di wilayah Musuk, asumsi waktu yang dibutuhkan untuk proses evakuasi menuju TPPS yakni 40 menit. 

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah infrastruktur jalan. Kondisi badan jalan sebagai jalur evakuasi yang tak seluruhnya mulus tentu bisa menghambat kecepatan proses evakuasi. Termasuk melibatka seluruh elemen dilibatkan, terutama unsur masyarakat dan evakuator. Ada empat aspek yang menjadi fokus simulasi, yakni komunikasi, logistik, pengungsi dan medis. (Gal)