Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 03 September 2018 / 18:27 WIB

Pelabuhan Kumai Titik Singgah Wonderful Sail to Indonesia 2018

JAKARTA.KRJOGJA.com — Wisata kapal pesiar tipe yacht internasional yang dikemas dalam Wonderful Sail to Indonesia 2018 sudah mulai menjelajahi lautan dan segera memasuki perairan nusantara. Pelabuhan Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi titik singgah para peserta rally yacht tersebut.

"Para peserta wisata layar yacht akan berada di Pelabuhan Kumai pada tanggal 8 hingga 11 Oktober 2018 mendatang dalam rangkaian event Wonderful Sail to Indonesia 2018,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Jakarta, Senin (03/09/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Indroyono mengatakan, dipilihnya Pelabuhan Kumai sebagai titik singgah karena para peserta rally yacht internasional tersebut ingin mengunjungi destinasi Taman Nasional Tanjung Puting sebagai habitat asli orang utan di Indonesia. “Para yahcter dari mancanegara yang mengendarai sekitar 70 yacht ini sebelumnya singgah di beberapa pulau di Tanah Air dan akan melanjutkan ke titik singgah lain termasuk di Kumai pada 8-11 Oktober mendatang,” jelasnya.

Indroyono Soesilo mengemukakan, Wonderful Sail to Indonesia ini menjadi wisata layar terpanjang di dunia melintasi jalur terbaik sepanjang 7.000 km di perairan nusantara. Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 bulan dari Juni hingga November 2018 atau saat cuaca paling baik di perairan garis khatulistiwa.

“Wonderful Sail to Indonesia menjadi branding wisata layar yang prestisius bagi Indonesia di tingkat internasional, juga  menciptakan jalur rali yacth terbaik dunia,” kata Indroyono.

Indroyono menjelaskan, selama 5 bulan berlayar para yachter akan singgah di pulau-pulau sebagai titik labuh. Mulai dari entry port hingga exit port telah dipersiapkan sekitar 53 destinasi yang akan disinggahi.

Pada setiap destinasi yang disinggahi mereka membelanjakan uangnya untuk menikmati kuliner, membeli cinderamata, menggunakan transportasi lokal, maupun untuk keperluan lainnya. “Ketika singgah di Pelabuhan Kumai mereka  menggunakan perahu klotok khas yang bisa digunakan sebagai tempat menginap (homestay) sambil berjalan  menuju Taman Nasional Tanjung Putting,” ujar Indroyono.

Indroyono menambahkan, event Wonderful Sail to Indonesia 2018 selain untuk mempromosikan potensi wisata bahari tidak hanya sebagai lintasn kapal-kapal saja, namun menjadi destinasi wisata layar terbesar di dunia. “Event ini juga sebagai momentum untuk mempromosikan bahwa Indonesia telah melakukan deregulasi yang memberikan kemudahan masuknya kunjungan kapal wisata yacht asing ke Indonesia,” jelasnya.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Kalteng, Guntur Talajan mengatakan, sejumlah agenda acara telah disiapkan untuk menyambut para peserta rally yacht. Antara lain jamuan makan malam, demo membuat kuliner khas daerah, serta pertunjukkan kesenian dan budaya daerah.

Para travel agen daerah juga telah menyiapkan tujuh (7) paket wisata pilihan menarik. Ketujuh paket wisata tersebut adalah Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Pesalat, Pondong Ambung, Camp Leakey, Sungai Buluh Besar dan Sungai Arut Tebal serta Sungai Perlu. (Imd)