DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 27 Agustus 2018 / 13:24 WIB

Kubah Lava Baru Merapi Mengarah ke Tenggara, Ini Penyebabnya

YOGYA, KRJOGJA.com - Kubah lava baru Gunung Merapi yang muncul sejak 11 Agustus 2018 terus menunjukkan pertumbuhan dari hari ke hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG) DIY mencatat, dalam satu hari kubah bertumbuh antara 1000 hingga 4600 meter3, terakhir terpantau volumennya 36 ribu meter3 Minggu (26/8/2018) lalu. 

Data diatas disampaikan oleh Kasi Gunung Merapi BPPTKG DIY Agus Budi Santosa saat ditemui di kantornya, Senin (27/8/2018). Agus memberikan statement menenangkan bahwa pertumbuhan material di kubah lava 11 Agustus termasuk rendah. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

BACA JUGA :

Kubah Lava Merapi Terus Tumbuh, Warga di KRB III Diminta Tenang 

Mulai Fase Magmatik, Aktivitas Warga KRB III Masih Normal

 

Fakta tersebut menurut dia jauh lebih kecil dibandingkan dengan fase erupsi 1992 hingga 2006 yang mencapai 20 ribu meter3 perharinya. “Pertumbuhannya kami sampaikan masih sangat rendah, jauh sekali dibandingkan data yang kami miliki pada erupsi 1992 hingga 2006 lalu,” ungkap Agus. 

Meski begitu, BPPTKG DIY tak menutup kemungkinan fase erupsi efusif berupa lelehan wedus gembel atau lava yang mengarah ke lereng gunung. “Ada dua skenario yakni lava mengarah ke lereng ketika kubah tidak stabil atau berhenti tumbuh dan kembali normal. Namun bila memang terjadi ketidakstabilan paling mungkin ke tenggara (hulu Gendol) yang memang tidak ada dinding kawahnya,” sambungnya. 

BPPTKG DIY sendiri saat ini memfokuskan pengamatan dan analisis pada kestabilan kubah lava 11 Agustus. Pasalnya, ketidakatabilan kubah yang paling diwaspadai dan bisa membahayakan masyarakat apabila terjadi guguran lava meski belum diketahui kapan hal tersebut terjadi. Letak kubah yang berada tepat di tengah kawah membuat proses erupsi Merapi kali ini bisa berlangsung dalam waktu lama. 

“Merapi sudah menjawab pertanyaan kita beberapa waktu lalu, akankan magmatis, efusif atau eksplosif dan kubah lava baru ini memberikan jawaban. Kita tinggal ikuti saja dan harapannya masyarakat tetap konsisten menanggapi Merapi sehingga apapun yang nanti akan terjadi terkait perkembangan Merapi, masyarakat siap. Namun setidaknya masyarakat bisa cukup tenang karena peluang letusan eksplosif sangat kecil,” lanjut Agus. (Fxh)