DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 20 Agustus 2018 / 08:58 WIB

Pertumbuhan Kubah Lava Baru Lambat, Letusan Tak Eksplosif

YOGYA, KRJOGJA.com - Pembentukan kubah lava baru menunjukkan bahwa magma Gunung Merapi sudah sampai ke permukaan. Dari data pemantauan pada 18 Agustus lalu, kubah lava baru tersebut berdimensi panjang sekitar 55 meter, lebar 25 meter dan tingginya sekitar 5 meter dari permukaan kubah 2010. Namun pertumbuhannya belum signifikan, yakni baru sekitar 1.000 meter kubik perhari.

"Kubah tumbuh tapi masih perlahan, volumenya masih kurang dari 10.000 meter kubik, saat ini,” terang Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonolgi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Dr Agus Budi Susilo kepada KR, Minggu (19/08/2018). 

Agus Budi mengatakan, terbentuknya kubah lava baru merupakan pertanda bahwa letusan Gunung Merapi ke depan akan efusif, tidak eksplosif. ”Ibaratnya sudah ‘gembos’ karena magma sudah keluar secara efusif,” ujarnya.

Terkait status Gunung Merapi, Kepala BPPTKG Yogyakarta Dr Hanik Humaida mengatakan masih tetap di Level II yaitu Waspada. Meskipun aktivitas kegempaan (seismisitas) di atas normal, namun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, sehingga status tidak dinaikkan. Rekomendasi dari BPPTKG juga masih tetap yaitu radius 3 km dari puncak tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk
dan penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana III
untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. 

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena ini hanya pemberitahuan bahwa
kubah lava terbentuk. BPPTKG akan terus memantau dan menyampaikan setiap perkembangan kepada masyarakat,” katanya. 

Menurut Hanik, hal yang dikhawatirkan kalau kubah lava terus tumbuh, suatu saat akan runtuh dan menjadi awan panas. Oleh karena itu pihaknya terus memantau aktivitas kegempaan, pertumbuhan kubah lava dan kestabilannya.

”Kegempaan seperti gempa guguran (RF) dan gempa Multi Phase (MP) menandakan ada sesuatu yang bergerak ke permukaan (magma). Kita terus pantau itu termasuk pertumbuhan kubah lava dan kestabilannya,” ujarnya. (Dev)