Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 11 Agustus 2018 / 00:49 WIB

Rusia dan China Tolak Sanksi Amerika

RUSIA, KRJOGJA.com - Rusia dan China menolak permintaan Amerika Serikat untuk menambah Bank Rusia ke dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dengan dua pejabat Korea Utara dan dua perusahaan lainnya.

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS meminta komite sanksi PBB untuk membekukan aset di Agrosoyuz Commercial Bank of Moscow karena diduga membantu Korea Utara menghindari pembatasan transaksi keuangan yang diterapkan oleh PBB, pada pekan lalu.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Baca juga :

Putin Kirim Telegram Belasungkawa Kepada Jokowi

Trump Puji Putin

Permintaan itu juga menargetkan Ri Jong Won, Wakil Gubernur Bank Perdagangan Luar Negeri Korea Utara dan dua perusahaan Korea Utara, yaitu Perusahaan Industri Dan Perdagangan Dandong Zhongsheng dan Perusahaan Ungum Korea.

Berdasarkan tanggapan dari anggota dewan, Rusia meragukan tuduhan itu, sementara China mengaku keberatan dengan usulan sanksi yang diajukan oleh Amerika Serikat. "Kami ingin menggarisbawahi bahwa permintaan yang diajukan kepada komite harus dibuktikan dengan informasi yang memadai," kata perwakilan Rusia kepada PBB.

Rusia dan China telah meminta Dewan Keamanan PBB agar mempertimbangkan untuk meringankan sanksi dan memberikan penghargaan kepada Korea Utara karena berani membuka dialog dengan AS dan mendiskusikan mengenai penghentian uji coba rudal. (*)