Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 10 Agustus 2018 / 16:11 WIB

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Bergerak Cepat

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung droping air bersih pada ribuan warga di tujuh desa di empat kecamatan di Kabupaten Temanggung karena mengalami krisis air bersih pada musim kemarau. Setidaknya dua armada truk tangki dikerahkan untuk operasi kemanusiaan tersebut. 

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggug, Gito Walngadi mengatakan desa-desa yang terakhir meminta bantuan air bersih diantaranya Desa Gentan Kecamatan Kranggan yang meliputi Dusun Sejarak Gentan, Suruh, Citro dan Mudal Setro. "Total ada sekitar 12 dusun di tujuh desa dan empat kecamatan yang mengalami krisis air bersih," katanya, Jumat (10/8/2018). 

Dia menyebutkan desa yang mengalami krisis air bersih itu seperti Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran, Desa Tlogopucang dan Gesing Kecamatan Kandangan, Desa Jetis dan Tanggulanom  Kecamatan Selopampang, Desa Kundisari Kecamatan Kedu, dan Desa Gentan Kecamatam Kranggan. 

Dia mengatakan daerah baru yang mengalami kekeringan adalah di Desa Kundisari, Kecamatan Kedu.  Di daerah ini pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah meminta bantuan air bersih. " Pada warga yang mengalami krisis air bersih untuk lapor pada BPBD," katanya.

Bantuan air bersih yang disiapkan Pemkab Temanggung pada musim kemarau tahun ini, disampaikannya sebanyak 450 tangki. Bila nanti bantuan tersebut tidak mencukupi pihaknya akan menggandeng pihak swasta, seperti BUMD dan BUMN untuk mencukupinya.  (Osy)