Wisata Editor : Danar Widiyanto Jumat, 10 Agustus 2018 / 14:01 WIB

Ibis Styles Yogyakarta Gunakan Sprei Bekas untuk Seragam

DENGAN selalu berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan, kali ini ibis Styles Yogya-karta memberikan gebrakan dengan memakai seragam berbahan dasar sprei bekas. Bagaimana bisa? Menginjak usianya di tahun ke 7, tentunya sudah saatnya ada perganti-an beberapa bahan dan perabotan untuk mempertahankan standard dan kualitas. Salah satunya adalah sprei yang digunakan di kamar. 

Mendaur ulang barang bekas memang bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya barang bekas digunakan untuk dekorasi seperti botol bekas air mineral yang digunakan un-tuk pohon natal atau miniature masjid, slipper (sandal) yang disusun meninggi seperti pohon natal, bungkus semen untuk gua maria, dan rol tissue untuk miniature tank atau bedug. Kini saatnya ibis Styles Yogyakarta berinovasi untuk menggunakan bahan bekas yang bisa didaur ulang dan dapat digunakan untuk siapa saja dan kapan saja. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Terpikirlah untuk membuat sprei bekas menjadi suatu karya seni fashion. Dengan beker-jasama dengan designer local Endarwati dan seniman kain Caroline Rika maka sprei bekas yang tampak tidak menarik disulap menjadi pakaian layak pakai yang sangat mempesona. 

Banyak yang meragukan kualitas serta kebersihan dari kain sprei bekas ini, pasalnya banyak yang berfikir apakah kain ini higienis. Tak perlu khawatir karena proses demi prosesnya sangat higienis. Supaya warna masuk ke serat kain, maka harus menghilangkan unsur polyester di kain sprei dengan merebusnya 1x24 jam. Selanjutnya mulailah dengan pencelupan warna secara 3 tahap, satu demi satu dengan kondisi air yang mendidih juga. Tahap pertama, dicelup kedalam air yang sudah diberi warna; tahap kedua kemudian dicelupkan kedalam air penetral warna, tahap terakhir adalah pencelupan di air mengalir dan selanjutnya dijemur.

Kain sprei bekas yang sudah menjadi seni kain shibori ini dilanjutkan untuk dibuatkan pola baju. Tak lupa dipadukan dengan kain lurik sebagai identitas bangsa Indonesia serta turut serta melestarikan warisan budaya. 

Lalu munculah pertanyaan, bagaimana merawat kain ini? Cukup mudah, jangan mencuci kain ini dengan detergent melainkan dengan shampoo untuk rambut dan selanjutnya keringakan dengan diangin-anginkan saja di dalam ruangan. 

Seragam shibori dari sprei bekas ini pertama kali digunakan pada bulan Agustus 2018 te-patnya hari Jumat lalu dan akan selalu digunakan setiap hari Jumat nantinya. Menariknya, setiap tamu hotel yang melihat seragam shibori ini selalu memuji dan ingin memilikinya bahkan tidak sedikit yang mengotot untuk dijadikan oleh-oleh di kampung halamannya. 

Setelah dijelaskan bahwa seragam ini terbuat dari sprei bekas, mereka justru tambah ter-tarik dan sangat mengapresiasi karena merupakan handmade.(*)