Mandalika Jadi Prioritas KUR Pariwisata, Ini Alasannya?

Istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap KUR Pariwisata bisa dirasakan manfaatnya oleh 13 industri pariwisata, terutama di 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP). Pada tahap awal Mandalika menjadi prioritas.

“Pertama akan kita prioritaskan 10 destinasi dan itu pun saya prioritaskan lagi di Mandalika karena di sana sudah siap,” ujar Menpar di Jakarta.

Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu dari 10 DPP sekaligus juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

 
Menurut Menpar, di Mandalika akan dibangun 500 kios untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya para pengasong. Sebanyak 303 kios tengah dibangun dan ditargetkan siap huni pada bulan depan.

“Untuk sisanya kami akan cari lahan lagi. Itu modalnya salah satunya dari KUR. Para pengelola homestay juga bisa memanfaatkan KUR ini,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan skema kredit/ pembiayaan sektor pariwisata dengan suku bunga rendah, yaitu 7% melalui KUR untuk sektor pariwisata.

“Skema KUR Pariwisata ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi pengembangan sektor pariwisata, khususnya di 10 DPP dan 88 kawasan strategis pariwisata nasional (KS PN),” ujar Menteri Kooordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

KUR Pariwisata diberikan untuk kegiatan usaha produktif yang dilakukan individu dan atau kelompok usaha, dengan plafon sesuai kebutuhan usahanya, baik KUR Mikro maupun KUR Kecil.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan, terdapat 13 sektor sesuai UU Pariwisata yang disetujui untuk dibiayai oleh KUR, di antaranya agen perjalanan wisata dan sanggar seni.

Selain itu, juga bidang usaha lainnya seperti UMKM yang menyediakan akomodasi, jasa makanan dan minuman di kawasan wisata, dan jasa informasi pariwisata. (*)

Tulis Komentar Anda