DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 10 Agustus 2018 / 10:07 WIB

Batal 'Dipinang' Jokowi, Begini Curhatan Mahfud MD

YOGYA, KRJOGJA.com - Setelah sempat diisukan 90 persen berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi di pemilu 2019, nama Mahfud MD akhirnya terhempas. Jokowi memilih berpasangan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Makroef Amin untuk tampil dalam kontestasi pemimpin tertinggi Indonesia tahun depan. 

Meski sempat merasa kecewa, Prof Mahfud MS akhirnya menuliskan perasaannya melalui akun resmi twitternya @mohmahfudmd Jumat (10/8/2018) pagi. Prof Mahfud membuat lima cuitan yang berisi curahan hati serta komentar terkait realitas politik yang dialaminya hari kemarin. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Mahfud mengatakan keputusan Jokowi yang akhirnya memilih berpasangan dengan KH Makroef Amin adalah sebuah realitas politik yang tak terhindarkan. Mahfud mengatakan telah bertemu berdua dengan Jokowi untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi. 

“Keputusan Pak Jokowi adalah realitas politik yang tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Saya sudah bertemu dengan Pak Jokowi. Saya memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan. Saya bilang, Pak Jokowi tidak perlu metass bersalah. Itu hak beliau untuk memutuskan yang terbaik,” tulis Mahfud yang lantas dibanjiri komen, like maupun retweet. 

Mahfud juga mengungkap bahwa yang jauh lebih penting adalah NKRI yang terawat dengan baik, jauh lebih penting daripada nama Mahfud MD atau Makroef Amin. Ketua Paramparapraja ini juga menegaskan kembali bahwa keputusan Jokowi sudah sesuai dengan hak dan mekanisme konstitusional. 

“Yang sudah diputuskan Pak Jokowi sudah sesuai dengan hak dan mekanisme konstitusional. Kita harus terima itu sebagai kesadaran konstitusional kita. Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum. Itu yang harus ditekankan untuk merawat NKRI,” kicaunya lagi. (Fxh)