Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Jumat, 10 Agustus 2018 / 00:10 WIB

TERAPKAN GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN

Siswa SDN Rejodani Jadi Betah di Sekolah

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dari sisi pembentukan kreativitas, pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negera-negara maju. Hal ini disebabkan model pembelajaran kebanyakan sekolah di Indonesia masih menerapkan penyeragaman kemampuan siswa di kelas.

Menurut Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal PhD, model penyeragaman dalam proses pendidikan justru mematikan kreativitas dan rasa keingintahuan peserta didik. Padahal setiap siswa memiliki talenta beragam seperti di bidang kesenian, olahraga atau akademik. "Harus ada revolusi mindset dalam pendidikan, dari menyeragamkan siswa berubah ke personalisasi," ujar Rizal kepada KRJOGJA.com disela kunjungan rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Tengerang ke SD Negeri Rejodani, Ngaglik Sleman, Kamis (9/8/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Rizal, GSM hadir untuk mengejar ketertinggalan sistem pendidikan nasional. Di DIY dan Jawa Tengah, telah ada 27 sekolah dasar yang menerapkan GSM dan akan dikembangkan lagi untuk tingkat SMP.

Kepala SDN Rejodani Hatri Andari SPd SD mengatakan, sekolahnya menerapkan GSM sejak 2017. Banyak perubahan pada siswa terutama aspek kreativitas dan pembentukan karakter. Model GSM pun direspons positif para orangtua siswa. "Perubahan yang sangat terasa pada tingkah laku dan karakter siswa. Model pembelajaran GSM juga membuat anak betah di sekolah dan terkadang enggan untuk pulang. Itu membuktikan pembelajaran GSM sangat menyenangkan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Hadisa Masyhur mengaku sangat tertarik dengan GSM dan akan menerapkan di Tangerang. Menurutnya,  GSM mampu membentuk karakter dan kreativitas anak sebagai modal pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas. Ia melihat siswa SDN Rejodani sangat menikmati pelajaran dan betah di sekolah. "Kita akan deklarasikan GSM ini di sekolah-sekolah di Tangerang," katanya. (Dev)