DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 10 Agustus 2018 / 02:10 WIB

Ke Vredeburg Yuk.. Ada Keris Sabuk Inten dengan Efek Hololight

YOGYA, KRJOGJA.com - Memeriahkan HUT ke-47 Badan Musyawarah Musea (Barahmus), Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bersama Barahmus DIY menggelar 'Pameran Bersama Barahmus' di Gedung E lantai II Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, 9-13 Agustus 2018. Pameran diikuti 30 museum dari 36 anggota Barahmus DIY yang memamerkan koleksi-koleksi unggulannya.

Museum yang turut berpartisipasi antara lain, Museum Benteng Vredeburg yang memamerkan replika meriam Belanda. Kemudian ada manuskrip Serat Pakem Ringgit Madya koleksi Museum Tembi Rumah Budaya, replika patung dan tandu Jenderal Sudirman koleksi dari Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Beberapa koleksi menarik perhatian pengunjung seperti Keris Sabuk Inten dengan teknologi hololight milik Museum Sejarah Purbakala Pleret serta hololight gumuk pasir milik Museum Gumuk Pasir. Kemudian Museum Gunung Merapi memamerkan maket erupsi gunung Merapi tahun 2010.

Ketua Barahmus DIY Prof Dr Suratman mengatakan, pameran bersama bertema 'Museum Sebagai Wahana Pendidikan Karakter' dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Museum Sebagai Pelestari Budaya, Museum Sebagai Pelestari Benda Bersejarah dan Museum Sebagai Media Penunjang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Menurut Suratman, Barahmus bercita-cita menjadikan museum sebagai pusat edukasi, pusat peradaban, pusat kebudayaan serta pembentukan karakter generasi muda zaman now. Tak hanya berhenti disitu, harus ada inovasi dalam museum termasuk ada semangat entrepreneur dan munculnya kreator-kreator baru di museum. "Kita sedang siapkan kreator pengembangan Museum Istimewa di Yogyakarta," katanya kepada wartawan disela acara pembukaan Kamis (9/8/2018).

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Dra Christriati Ariyani MHum mengatakan, melalui koleksi museum, diharapkan tumbuh apresiasi masyarakat terhadap benda-benda peninggalan sejarah masa lampau. Selain itu dengan tersajinya benda-benda koleksi unggulan dari museum peserta pameran, maka informasi koleksi yang memuat nilai-nilai luhur sejarah dan budaya akan diterima oleh masyakarat. (Dev)