DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 09 Agustus 2018 / 18:55 WIB

Genjot Pariwisata, DIY Punya 'PR' Infrastruktur

YOGYA, KRJOGJA.com - Sisi pariwisata kini tengah didorong untuk menjadi salah satu sektor andalan DIY. Potensi wisata alam dan budaya menjadi dua objek yang dinilai begitu besar menyedot minat wisatawan untuk datang ke DIY. 

Namun, ternyata masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah DIY untuk memastikan pariwisata bisa berjalan dengan maksimal. Infrastruktur yang kurang memadahi dirasa menjadi satu halangan perkembangan pariwisata DIY untuk bisa satu level seperti Bali. 

“Misalnya kita punya andalan wisata alam, tapi penerangan jalan dan infrastruktur pendukung menuju objek wisata pantai, gunung dan hutan sejauh ini masih kurang. Padahal wisatawan yang datang ke Yogyakarta saat ini kecenderungannya ya ke destinasi alam itu,” ungkap Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo dalam Seminar Percepatan Pembangunan Daerah Sektor Pariwisata dan Infrastruktur di Gedung DPD RI DIY Kamis (9/8/2018) siang. 

Satu hal lain yang disoroti Afnan adalah upaya Pemda DIY juga untuk memperhatikan aspek kultur masyarakat di kawasan pariwisata. Masih adanta perilaku 'nuthuk', atau menaikkan harga di atas batas kewajaran hingga budaya membuang sampah sembarangan menjadi hal yang wajib dibenahi. 

"Pemda DIY secara konkrit harus mempersiapkan objek-objek potensial itu jadi kawasan ramah bagi wisatawan. Bagaimana caranya, supaya wisatawan itu tidak kapok untuk berkunjung kembali ya manusianya dibenahi. Budaya membuang sampah pada tempatnya, lalu kesadaran saling membutuhkan yang dampaknya muncul saling menghargai, ini penting diciptakan,” sambungnya. 

Sementara senator wakil DIY lainnya, GKR Hemas menilai kendala yang kini dihadapi terkait pengembangan pariwisata adalah belum adanya aksea jalur udara yang memadahi. “Percepatan pembangunan NYIA di Kulonprogo sudah sangat mendesak untuk dilakukan,” ungkapnya. 

Seminar sendiri berlangsung dengan cukup menarik menghadirkan empat senator DPD RI wakil DIY yakni GKR Hemas, Hafidh Ashrom, Cholid Mahmud dan Afnan Hadikusumo. Perwakilan Pemda DIY pun hadir untuk membahas bersama mencari jalan keluar mewujudkan DIY sebagai wisata terkemuka di Asia Tenggara tahun 2025. (Fxh)