Gaya Hidup Editor : Agus Sigit Kamis, 09 Agustus 2018 / 21:25 WIB

Kenali dan Cegah Bahaya Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

SERING merasa sakit di bagian dada secara tiba-tiba saat beraktivitas atau stres? Sebaiknya Anda berhati-hati. Bisa jadi sakit yang dirasakan adalah gejala awal penyakit jantung koroner.

Menurut Dr. Hardjo Prawira, Sp.PD, KKV, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular dari OMNI Hospitals Pulomas, Penyakit Jantung Koroner (PJK) hal tersebut bisa merupakan gangguan pada pembuluh darah koroner atau pembuluh darah yang memberi suplai darah dan oksigen ke otot jantung.

“Umumnya ini disebabkan oleh penumpukan lemak sehingga menyebabkan penyumbatan dan penyempitan pada pembuluh darah tersebut. Akibatnya otot jantung yang diperdarahi pembuluh darah tersebut mengalami kekurangan darah dan oksigen. Apabila aliran darah ke otot jantung ini tersumbat total maka akan mengakibatkan serangan jantung,” jelas Dr. Hardjo.

Data WHO 2015 menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian utama di seluruh dunia dan selama 15 tahun terakhir penyakit ini selalu berada di posisi teratas sebagai penyebab kematian utama di seluruh dunia. Hasil ini sesuai dengan data di Indonesia yang menunjukkan bahwa penyakit Kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di negara kita.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jantung koroner untuk setiap orang dapat berbeda, beberapa di antaranya:

- Nyeri dada sebelah kiri, terasa berat seperti tertekan

- Daerah dada terasa panas seperti terbakar atau nyeri seperti tertusuk benda tajam

- Sesak nafas

- Sakit di daerah ulu hati

- Daerah bahu leher seperti tercekik

- Punggung terasa pegal

- Banyak berkeringat

- Rasa lemah dan pusing

Untuk pencegahan terjadinya serangan jantung, Dr. Hardjo menyarankan deteksi dini sebagai solusi terbaik. “Anda bisa melakukan pemeriksaan yang meliputi EKG (Rekam Jantung), Treadmill (Uji Latih Jantung), Ekokardiografi (USG Jantung), MSCT Cardiac, MRI Cardiac, dan Kateterisasi jantung yang merupakan pemeriksaan paling akurat saat ini atau disebut sebagai golden standard,”paparnya.

Jika ditemukan sumbatan, lanjutnya, penyakit jantung koroner memerlukan penanganan yang lebih serius seperti pemasangan stent pada arteri koroner bahkan operasi bypass. Tindakan ini bertujuan untuk membuka pembuluh arteri yang tersumbat dan mengembalikan aliran darah ke otot jantung.

Jantung memang merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam hidup kita. Oleh sebab itu jika merasakan salah satu dari gejala jantung koroner yang disebutkan di atas sebaiknya segera hubungi dokter jantung dan konsultasikan kondisi Anda.

Cardiovascular Center merupakan layanan unggulan OMNI Hospitals untuk menangani masalah jantung dan pembuluh darah, contohnya penyakit jantung koroner. Dalam dua tahun terakhir, Cardiovascular Center OMNI Hospitals telah berhasil mengerjakan 2.700 kasus kateterisasi jantung. Dilengkapi oleh fasilitas terkini dan didukung 12 orang tim dokter yang terdiri dari spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, dan spesialis bedah toraks kardiovaskular. Untuk penyakit jantung koroner, layanan yang diberikan di Cardiovascular Center mulai dari pemeriksaan diagnostik dengan EKG, treadmill, echocardiography, dan CT Cardiac hingga tindakan kateterisasi (pemasangan stent dan balon) jika diperlukan. (*)