DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 09 Agustus 2018 / 15:39 WIB

Tragedi Suporter Bola Jogja

Penganiaya Iqbal Bertambah Jadi 6 Orang, Nih Penampakannya!

BANTUL, KRJogja.com - Polisi masih memburu pelaku penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Muhammad Iqbal Setyawan warga Balong Timbulharjo Sewon. Dalam kasus yang terjadi di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul Kamis (26/7) itu sudah enam suporter ditetapkan sebagai tersangka. 

Mereka Mt (21) warga Kudusan Jagalan Banguntapan Bantul, Ra (22) warga Mutihan Wirokerten Banguntapan Bantul, Fd (22) warga Cokroyudan Purbayan Kota Gede serta Hw (22) warga Suryodiningrata Mantrijeron Yogyakarta, Wt (18) warga Jeruk Legi Banguntapan serta Lg (21) warga Saman Bangunharjo Sewon Bantul. Dalam kasus itu polisi penyita barang bukti satu potong kemeja lengan panjang, satu unit handphone serta sebuah jaket.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Berita terkait:

Muhammad Iqbal Meninggal Usai Laga Derby PSIM Vs PSS Sleman

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Pengeroyok Iqbal
 

Waka Polres Bantul Kompol Mariska Fendi Susanto SIK, Kamis (9/8) mengatakan, keributan suporter yang sampai merenggut korban jiwa itu terjadi setelah laga PSS Kabupaten Sleman dan PSIM Yogyakarta selesai digelar. Setelah itu secara spontan terjadi penganiayaan yang dilakukan kelompok suporter. ”Peristiwa itu terjadi  secara spontanitas, karena sikap fanatik yang berlebihan,” jelasnya. Mariska mengatakan, para tersangka dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancama 15 tahun penjara.

Selain Iqbal yang sudah meninggal, ada satu korban lagi yang kondisinya masih sangat kritis. Keberhasilan mengungkap tindakan brutal itu setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP dilokasi kejadian. Selain itu polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi. Terkait dengan asal tersangka, Mariska hanya menyebut suporter sepak bola.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Jetis Iptu Anar Fuadi SH menambahkan, sejauh ini sudah ada enam orang ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah enam orang jadi tersangka, kemungkinan bisa bertambah lagi. Karena masih dalam pengembangan,” jelasnya. (Roy)