Mahasiswa Yogya Kenalan dengan 'Sidalih'

Ketua KPU DIY saat berbicara di hadapan mahasiswa pemilih pemula (Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mengumpulkan 200 mahasiswa di Silol Cafe Kotabaru Kamis (9/8/2018). Para mahasiswa yang seluruhnya masuk kategori pemilih pemula diajak berkenalan dengan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). 

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan para mahasiswa yang merupakan pemilih pemula diajak mengenal lebih dalam tentang Sidalih yang sangat mudah diakses. Menurut dia, selama ini masyarakat khususnya kaum milenial enggan melakukan pengecekan data secara manual ke kelurahan tempat tinggal. 

“Kami ingin kenalkan Sidalih yakni sistem data teekoneksi internet yang ternyata memudahkan pemilih untuk mengecek apakah dia terdaftar atau belum di dalam daftar pemilih. Saat ini kami undang 200 mahasiswa dari 9 kampus di DIY untuk berkenalan lebih jauh dengan Sidalih karena mereka ini pemilih pemula yang diharapkan bisa ambil bagian dalam pemilu 2019 mendatang,” ungkap Hamdan. 

Sidalih sendiri merupakan sistem terkoneksi internet yang digagas KPU untuk memudahkan pengecekan data pemilih. Masyarakat hanya harus menginput NIK dan nama serta memilih Provinsi serta Kabupaten/Kota untuk bisa mengetahui apakah sudah terdaftar atau belum sebagai calon pemilih. 

Program kenalan dengan Sidalih menurut Hamdan dilaksanakan serentak di lima kabupaten kota DIY hari ini. Tak hanya mahasiswa, KPU di kabupaten kota juga mengajak para pelajar di SMA/SMK sederajat untuk mengenal lebih dekat Sidalih. 

“Di sini kami ingin melihat apakah para mahasiswa dan pelajar sudah terdaftar salam Sidalih. Kalau memang belum kami siapkan form pendaftaran yang bisa langsung dimasukkan secara online. Kami berharap potensi pemilih pemula bisa semakin maksimal dirangkul khususnya di DIY,” sambungnya. 

Salah satu mahasiswa, Jeklin Mandani (21) dari UIN Sunan Kalijaga Jurusan Ekonomi Syariah mengungkap sebelumnya tidak mengetahui adanya Sidalih yang sebenarnya memudahkan calon pemilih seperti dirinya untuk mengecek data masing-masing. 

"Saya baru tahu ada Sidalih ini, ya sangat memudahkan apalagi untuk kami yang setiap saat mengakses internet menggunakan gadget. Kami bisa mudah mencari tahu apakah kami terdaftar atau tidak sebagai pemilih,” ungkapnya. 

Sementara terkait kegiatan sosialisasi pada para pemilih pemula, Jeklin menilai hal tersebut bisa menjadi pemantik untuk anak-anak muda lebih memahami secara mendalam penyelenggaraan pemilu termasuk aturan yang ada di dalamnya. 

"Selama ini mungkin kami suudzon kenapa pemilu seakan tidak baik. Ketika kami mengenal lebih dalam dan tahu bagaimana sistem penyelenggaraan, maka kami paham bahwa KPU sangat serius dalam menyelenggarakan pemilu dan kita harus sadar tiap suara yang kita punya menentukan bangsa lima tahun kedepan,” sambungnya. (Fxh)

Tulis Komentar Anda