Mau Bayar DP KPR Pakai KTA?, Perhatikan Dulu Hal Berikut Ini

Istimewa

ADA TIGA hal mendasar yang paling dibutuhkan manusia untuk melangsungkan hidupnya adalah pangan, sandang dan papan. Dengan demikian, mempunyai rumah idaman menjadi salah satu kebutuhan primer setiap keluarga yang harus segera dipenuhi. 

Namun tentu mewujudkannya tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Selanjutnya, kendala klasik yang kerap dihadapi oleh banyak orang adalah dana dan persyaratan. Nasabah perlu mempersiapkan sejumlah uang dengan jumlah cukup besar untuk uang muka dalam proses pengajuan KPR. 
Walaupun sudah ada situs perbandingan produk keuangan seperti Cermati.com yang memberikan Anda akses untuk membandingkan produk KPR terbaik tetap saja terkadang kendala pembiayaan masih tidak dapat terhindarkan. Tentu saja kondisi ini membuat sebagian besar orang mengambil KTA untuk membayar uang muka dalam pengajuan KPR. Memang penggunaan pinjaman KTA sekarang ini memang sudah semakin beragam. Dan sekilas, sepertinya masalah DP KPR akan langsung beres karena ditutupi KTA ini. 

Namun benarkah demikian? Sebenarnya, akan muncul masalah lain dibalik itu. Penggunaan KTA untuk uang muka KPR justru membuat Anda jadi berhutang ganda yang malah akan memberatkan keuangan Anda nantinya.  Berhutang memang merupakan salah satu bentuk dari strategi keuangan. Namun, yang namanya strategi tentu juga mempunyai beberapa kemungkinan. Hasilnya bisa sukses, tapi bagaimana jika gagal? Mengambil KTA untuk membayar DP rumah adalah salah satu strategi utang yang berisiko besar untuk gagal. Mengapa? Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan penjelasan berikut.

Sebagai salah satu bentuk pinjaman, KTA memang menggiurkan. Anda tak perlu memberikan jaminan aset pribadi kepada bank guna mendapat kucuran dana ini. Kendati demikian, bunga KTA cukup besar bila dibanding dengan kredit yang menggunakan jaminan. Ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk mengambil KPR dengan suku bunga yang cukup rendah seperti KPR dari BTN atau Bank Sinarmas. Simpan uang Anda terlebih dahulu sebelum mempertimbakan menggunakan KTA untuk DP KPR.

Jika Anda menggunakan KTA untuk membayar KPR yang juga berbunga, berarti Anda secara sadar sedang menumpuk hutang. Bahkan meskipun pendapatan Anda mencukupi sekalipun, strategi ini tidak direkomendasikan oleh para ekonom mengingat pada akhirnya siasat ini hanya akan membebani finansial Anda.
Mengenal KTA

Sebagai kredit tanpa agunan, Anda bisa memperoleh pinjaman tanpa harus memberikan jaminan kepada bank seperti jaminan kendaraan bermotor, rumah, tanah, emas atau aset Anda yang lain. Karena KTA relatif diperoleh dengan mudah, banyak orang sering menjadikannya sebagai opsi di kala keadaan sedang mendesak. Meski begitu, sudah tahukah Anda mengenai seluk-beluk KTA agar tak keliru memanfaatkannya?

Kendati mudah dicairkan, namun karena suku bunga KTA yang relatif besar, maka alangkah baiknya jika KTA ini digunakan untuk membiayai kegiatan produktif. Umumnya, banyak juga nasabah yang meminjam KTA sebagai tambahan modal usaha. Dengan demikian, keuntungan yang didapatkan dari usaha tersebut bisa digunakan untuk mencicil kreditnya.

Di sisi lain, banyak juga nasabah yang memanfaatkan KTA untuk membiayai kegiatan konsumtif, seperti untuk dijadikan tambahan dana renovasi rumah atau membayar uang sekolah anak. Lantas, apakah strategi menggunakan pinjaman KTA untuk DP KPR ini cocok bagi Anda? 

Guna menjawab pertanyaan tersebut, perhitungkan beberapa hal ini sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan peminjaman KTA:
Suku bunga,
Jangka waktu peminjaman,
Jumlah angsuran per bulan,
Biaya tambahan lain.

Mengapa KTA tidak direkomendasikan untuk DP KPR?

Sebagai ilustrasi, Pak Jodi hendak membeli rumah dengan cara kredit. Namun tabungannya bersama sang istri masih belum cukup untuk membayar DP. Ada pun Pak Jodi berpenghasilan Rp 5 juta per bulan, sedangkan istrinya Rp 3 juta.

Rumah yang mereka incar seharga Rp 400 juta. Dengan begitu, Pak Jodi harus menyiapkan 30 persen dari jumlah tersebut sebagai uang muka, yakni sebesar Rp 120 juta.

Yang menjadi masalah, Pak Jodi hanya mampu menyediakan Rp 80 juta. Sebagai solusi, ia dan istri memutuskan mengambil KTA Rp 50 juta dengan jangka waktu pembayaran 3 tahun. 40 juta rupiah digunakan untuk menutup DP. sedangkan 10 juta rupiah untuk membayar biaya administrasi.
Akhirnya Pak Jodi dan istri memiliki rumah, namun mereka harus membayar dua angsuran sekaligus. Yang pertama adalah angsuran KTA dengan bunga 1,5 persen per bulan selama 3 tahun. Berikut perhitungannya:

Utang KTA: Rp 50 juta
Bunga KTA: 1,5% per bulan
Jangka waktu: 3 tahun
Cicilan pokok utang per bulan: Rp 50 juta : 36 bulan = Rp 1.388.888
Bunga per bulan: 1,5% X Rp 50 juta = Rp 750.000
Cicilan per bulan: Rp 1.388.888 + Rp 750.000 =  Rp 2.138.888
Total pembayaran: Rp 2.138.888 X 36 = Rp. 76.999.968
Maka, mereka harus menyisihkan Rp 2.138.888 per bulan untuk melakukan pelunasan KTA. Total pembayaran mereka selama 3 tahun adalah Rp 76.999.968.

Hutang kedua, Pak Jodi harus mencicil KPR sekitar Rp 3,8 juta per bulan. Berikut perhitungannya:

Total pendapatan Pak Jodi dan istri: Rp 5 juta + Rp 3 juta = Rp 8 juta
Cicilan KPR: Rp 3,8 juta
Cicilan KTA: Rp 2 ,1 juta
Sisa pendapatan: Rp 2,1 juta

Berdasarkan ilustrasi di atas, bisa dibayangkan bagaimana kondisi keuangan keluarga Pak Jodi yang harus serba irit selama tiga tahun ke depan. Ini dikarenakan mereka harus menghadapi dua utang tersebut. Tak ayal tabungan mereka bisa terus terkikis. Belum lagi ditambah dengan masalah lain yang tak terduga seperti musibah atau jatuh sakit yang berpotensi memerlukan biaya besar. 

Itulah sebabnya para ekonom tidak merekomendasikan penggunaan KTA untuk membayar DP KPR. Perlu diingat, pihak Bank Indonesia sendiri pun telah mengeluarkan surat edaran yang melarang penggunaan KTA sebagai DP rumah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melarang masyarakat menempuh jalan ini.
Pertimbangkan Kembali Strategi Berhutang Anda

Dengan demikian, alangkah bijaksananya jika Anda memperhitungkan kembali strategi berhutang Anda dengan teliti. Daripada terburu-buru, lebih bijaksana untuk bersabar. Gunakan siasat yang tepat sehingga hasilnya pun akan bermanfaat, memberikan keuntungan tanpa harus membuat hutang Anda bertumpuk. (*)  

 

Tulis Komentar Anda