Komposisi Jokowi-Moeldoko Semakin Populer

Istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Komposisi pasangan Jokowi-Moeldoko untuk Pilpres 2019 semakin populer. Banyak latar belakang masyarakat yang menginginkannya. Kini giliran komunitas Barisan Nusantara yang memberi dukungan bagi duet Jokowi-Moeldoko.

Ketua Barisan Nusantara Nurdin Tampubolon mengatakan, bergabungnya Moeldoko semakin menguatkan Jokowi dalam mewujudkan programnya. "Pasangan Jokowi-Moeldoko sangat ideal. Masuknya Pak Moeldoko ini semakin mendukung Nawacita Jokowi jilid dua. Untuk itu, Barisan Nusantara berharap Pak Jokowi lebih memilih Pak Moeldoko dari nama lainnya,” jelas Nurdin, kemarin.

Deklarasi dukungan untuk pasangan Jokowi-Moeldoko sudah dilakukan Barisan Nusantara pada Rabu, (8/8). Dengan basis massa sekitar satu juta, Barisan Nusantara menjadi potensi besar suara. Komunitas ini memang memiliki angota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Nurdin lalu menambahkan, komitmen Barisan Nusantara sudah bulat mendukung Jokowi.

“Kalau Pak Jokowi masuk, pembangunan akan semakin lancar. Tidak akan terganggu, akselerasinya pasti lebih cepat. Kami juga memiliki basis suara yang besar karena anggota Barisan Nusantara berada di mana-mana. Kami siap memberikan semua suara untuk pasangan Jokowi-Moeldoko,” lanjutnya lagi.

Menjawab kompleksnya tantangan Indonesia, Moeldoko memiliki kapasitas besar. Sebab, Moeldoko ini juga kuat dibidang ekonomi dan penguatan pangan. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) ini juga figur yang bersih sewaktu aktif di militer. Tidak ada kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atau catatan minor lain yang dibuatnya.

Lebih penting lagi, Moeldoko saat ini tidak terikat dengan koalisi parpol manapun. Adjie menerangkan, Moeldoko ini bisa mengimbangi kompetitor Jokowi di Pilpres 2019. Moeldoko juga lawan sepadan bagi Capres Prabowo Subianto dengan motor politik seperti Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. Nurdin menjelaskan, Jokowi harus menyelesaikan tantangan besan di masa mendatang.

“Pak Jokowi memerlukan penguatan. Sebab, masalah yang dihadapi semakin berat dan komplek. Ada menghadapi perdagangan narkoba, penangkapan ikan secara ilegal, pembalakan hutan, pertambangan ilegal, perdagangan manusia, dan intoleransi,” tuturnya. (Fon)

Tulis Komentar Anda