Kolaborasi Jepang-Indonesia dalam “Suara dari Timur”

Pertunjukan kolaborasi Jepang - Indonesia. (Tita Meydhalifah)

KRJOGJA.COM – Suara seruling bambu Jepang, Shakuhachi dari seorang musisi, Dozan Fujiwara menggema di dalam ruang Societet Militer, Taman Budaya Yogyakarta Rabu (08/08/2018). Diawal pertunjukannya, ia memainkan lagu “Ku” yang terdengar seperti efek musik dalam film samurai atau anime. 

Setelah lagu pertama selesai, musisi yang telah memainkan Shakuhachi sejak usia 10 tahun ini memperkenalkan cara menggunakan alat tersebut. Pertunjukan dilanjutkan dengan lagu yang mengisahkan tentang lautan, burung, dan pesta. 

Baca Juga : 

Pesan Anti Perundungan di 'Serendipity'
FKY ke 30, Terus Berupaya Beri Ruang Semua Pihak

Ketiga lagu tersebut tidak hanya dimainkan oleh Dozan saja, tetapi juga musisi dari Jepang lainnya, yaitu Renzan Kudo, Kohzan Shiba, Keizan Tanabe, dan Hozan Murasawa. Penampilan para musisi tersebut menggunakan pakaian tradisional Jepang yang semakin memperkuat nuansa musik yang dibawakan.

Selain menggunakan alat tradisional Jepang, penampilan mereka didukung oleh Seigo Takimoto yang memainkan keyboard dan Yuko Nakakita yang memakai perkusi. Konser yang juga memainkan beberapa lagu dari Indonesia ini berkolaborasi pula dengan musisi Indonesia yang meliputi Darman Merdeka (perkusi), Joel Tampong (gitar), dan Firman Djalut (tehyan).

Lagu-lagu Jepang yang dimainkan sebelumnya terkesan lembut, tenang, dan mendayu-dayu. Setelah berkolaborasi dengan musisi Indonesia, lagu yang dibawakan menjadi terdengar riang dan temponya lebih cepat. 

Bahkan diakhir pertunjukan, semua musisi dari Jepang yang awalnya minim gerakan dan menghayati lagu dapat berjoget sambil mengajak penonton bertepuk tangan mengikuti irama dari Lagu “Kereta Malam.” (Tita Meydhalifah)

 

Tulis Komentar Anda