Gaya Hidup Agregasi    Kamis, 09 Agustus 2018 / 08:45 WIB

Betulkah Vape Bisa Bikin Gigi Kuning?

BELAKANGAN popularitas rokok elektrik atau vape makin meningkat. Ada yang percaya, menggunakan vape lebih aman ketimbang rokok kretek biasa karena kandungannya.

Meskipun banyak yang bilang lebih aman untuk kesehatan, bahaya rokok elektrik juga belum tentu lebih ringan daripada rokok biasa. Contohnya, rokok tembakau diketahui bisa bikin gigi jadi kuning. Kalau vape bikin gigi kuning juga atau tidak?

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Vape adalah rokok elektrik yang mengeluarkan uap air, bukan asap seperti rokok kretek. Vape terbilang tidak lebih sehat daripada rokok kretek. Ini karena di dalam vape tetap terkandung nikotin dan zat kimia lain.

Nikotin adalah zat yang bisa membuat otak kecanduan terhadap senyawa lainnya. Selain itu, rasa yang dimiliki oleh vape juga mengandung karsinogen dan bahan kimia beracun, antara lain zat formaldehida dan asetaldehida.

Umumnya, ada empat kandungan yang terdapat di dalam cairan vape atau rokok elektronik.

1. Pertama ada propilen glikol atau gliserin. Gliserin ini berfungsi untuk memproduksi uap air.

2. Kedua ada nikotin. Nikotin pada vape ditemukan dalam jumlah yang yang berbeda-beda, biasanya sekitar 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.

3. Lalu, ada penambah rasa. Rasa yang ditawarkan cukup banyak. Misalnya rasa cokelat, vanili, buah-buahan, dan lainnya. Ini yang membuat rokok elektrik atau vape banyak diminati karena sensasi rasanya yang beragam.

4. Terakhir ada tobacco-specific nitrosamine (TSNA). Ini adalah senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin juga ditemukan dalam vape meskipun dalam jumlah yang sedikit. Perlu diketahui, semakin tinggi kadar nikotin di dalam rokok, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam seperti kromium, nikel, dan timah. (*)